Archive Page 3 of 14



no saturday weekend for several weeks…

Lagi ngerjain coding yang belum selesai….Tiba2 ada muncul email baru dari team lead di sini… Panjang isinya… Tapi ada bagian yang paling mencolok (karena di bold dan di underline :D )… aku kutip langsung aja deh…

To achieve this target other than my information below, I think that we need to add our speed and make enlarge our working day from Monday to Saturday. So starting this week we need to work also on every Saturday. Please be consider also there are some milestone target other than end user training which must be ready ASAP.

Walah walah… Bukan apa2 sih… Tapi aq dah ada rencana buat weekend minggu ini… ada beberapa hal yang ingin aku kerjakan… :-S
Anyway….So here i am… in steel city… and will working on saturday… yeah… reality bites… shoot… :-|

Dreams…

Dreams are our world turned upside down. Gravity, logic, time rendered meaningless. The world of dreams is not our world, although in the dead of night it tempts and deceives, daring us to know the difference. This is what makes dreams so dangerous.
Irv (as narrator) in Everwood

Aku suka banget ama quote barusan. Dari serial Everwood yang juga lumayan aku suka… Aku tau, besar kemungkinan dreams yang di maksud di situ adalah mimpi yang bisa definisikan :

A dream is the experience of envisioned images, sounds, or other sensations during sleep. It occurs in humans, most mammals, and some birds….
en.wikipedia.org/wiki/Dreams

Tapi begitu mendengar quote di atas tadi, aku langsung teringat akan impian… Impian juga punya dunianya sendiri… Some people intend to do something to achieve their dreams… and i meant.. everything….Seberapa jauh hal yang akan kamu lakukan untuk mencapai mimpi kamu itu? Apakah kamu akan berbohong? Apakah kamu akan mencuri? Apakah kamu akan membunuh untuk hal itu? *ekstrim mode : ON*… Apakah kamu akan mengkhianati sebuah pertemanan, sebuah persahabatan, sebuah persaudaraan? Do you willing to spend your whole lifetime to achieve that dreams?

Seorang teman berkata padaku, bahwa untuk bisa mewujudkan mimpi kita, kita harus menjadi seseorang yang egois… Karena begitu banyak orang di dunia ini… sehingga mimpi satu orang akan bersinggungan dengan mimpi orang lain… terwujudnya satu mimpi, adalah gagalnya satu mimpi yang lain… terasa benarnya bukan? walaupun, bukan berarti bahwa kita tidak boleh punya mimpi sama sekali…. Tapi jika mengingat hal itu tadi, maka jangan lupa bahwa mimpi kamu yang terwujud, sejelek apapun itu ternyata jadinya, adalah mimpi yang terwujud dari di korbankannya mimpi-mimpi yang lainnya… so no matter how bad it turns out… respect it… :) c’mon id… this dream is waiting for us…..

Into The Wild…

into the wild....into the wild bercerita tentang petualangan seseorang yang ingin mencari arti hidup…. as simple as that… hm… apa harus aq ganti kalimat barusan jadi “as heavy as that”? :)

Sebelumnya, jangan klik link apapun yang ada di post ini jika kalian tidak ingin tau tentang spoilernya… Sebab link yang aku berikan bisa saja menjadikan spoiler yang sangat besar….

Christopher McCandless (dalam film ini diperankan oleh Emile Hirsch) yang baru lulus dari kuliahnya di universitas emory memutuskan untuk meninggalkan kehidupan yang dia miliki sebelumnya… Dia menganggap semua yang ada di sekitar dirinya itu palsu… dia hanya percaya pada adiknya saja… Dia memutuskan untuk mencoba bertahan hidup di alaska…
McCandless meninggalkan semua hal yang dia miliki sebelumnya, mulai dari tabungan yang dia miliki, kartu kredit, kartu ATM, kartu identitas, dan lain lainnya…. barang terakhir yang akhirnya dia buang adalah mobilnya dan membakar beberapa lembar uang terakhir yang dia miliki di dompetnya… Dia melanjutkan perjalanannya dengan menumpang dari satu mobil ke mobil yang lain… hitchike istilahnya… Dalam perjalanan dia menemui banyak individu lainnya dan banyak petualangan lain… Akan tetapi, tujuan dia tetap tidak berubah… Alaska, Alaska, Alaska… Dan ini bukannya kota di Alaska… tapi Alaskanya Alaska… :D tonton aja, dan kamu akan tau maksud kalimat terakhir :)

Film dimulai dengan suasana salju di alaska… kemudian muncul sebuah mobil yang merapat ke batas akhir jalan…. Seorang backpacker turun dari mobil dan setelah sedikit percakapan dengan orang yang menyetir, dia segera menuju ke arah pegunungan alaska. Dan opening tittle akan muncul diiringi dengan pemandangan daerah Alaska yang sangat memukau… kita akan melihat backpacker tadi berjalan menuju suatu daerah di alaska… Di sana dia menemukan suatu bus… Tidak dijelaskan kenapa bus itu sampai ada di sana. Yang jelas, backpacker tadi menjadikan bus itu sebagai tempat tinggal dia selama di sana. Sebagai tempat untuk berlindung dari dingin, binatang, dan hal lainnya… dia menjadikan bus itu rumah dia di sana… Dia menulis semacam puisi di sebuah papan kayu… di bagian bawah puisi dia menulis namanya… Alexander Supertramp…

Dan film pun beranjak ke 2 tahun sebelumnya… dimana Universitas Emory tengah mengadakan upacara wisuda untuk para lulusannya…. dan Christopher McCandless adalah salah satu lulusan terbaik dari universitas itu… dilanjutkan dengan perayaan keluarga McCandless dengan makan di restoran… Di mana mereka terlibat sedikit perdebatan… dilanjutkan kembali dengan Christopher McCandless yang akhirnya membuang segala macam barang yang dia miliki, menyumbangkan semua tabungan pendidikannya, memotong semua kartu yang dia miliki, dan meninggalkan tempat tinggalnya menuju alaska… Dia pergi hanya membawa pakaian dan buku-buku dia yang merupakan harta terbesar baginya…. Dan cerita pun berlanjut….

Dalam perjalanannya, Christopher McCandless membuang namanya sendiri… Dia menggunakan nama buatan dirinya sendiri… yaitu Alexander Supertramp… Di bertemu dengan pasangan hippies yang sedang dalam perjalanan, seorang petani amerika yang memberi dia pekerjaan, pasangan dari eropa yang “gila” (membuka begitu saja bajunya di depan orang asing.. apa gak gila tuh namanya? :D), seorang anak gadis yang menyukai dia dan seorang pensiunan angkatan darat yang menunjukkan sikap ayah ke Christopher McCandless…. Sebenarnya banyak orang yang bertemu dengan McCandless… Berhubung McCandless adalah orang yang bisa dengan mudah berteman dengan orang asing, maka banyak orang yang menyukainya…. Akan tetapi, film lumayan terfokus ke beberapa orang yang aku sebutkan tadi….

Christopher adalah orang yang sangat suka buku… dalam film ini, dia sering mengutip beberapa buku… bahkan beberapa tindakannya didasari dari bacaan buku yang sedang dia baca saat itu… di film ini juga, dia sering sekali terlihat membaca buku hampir di semua waktu dimana dia senggang…

Film ini menggunakan alur maju mundur dalam bercerita… dan itu, terus terang, sangat efektif…. Film ini sendiri membagi dirinya dalam beberapa babak yang tiap babaknya akan ada tulisan seakan-akan kita sedang memasuki bab baru dalam 1 buku… Di dalam film ini juga, akan ada 2 narasi yang sering mengiringi tontonan kita…. pertama adalah narasi dari Carine McCandless yang menceritakan tentang kakaknya…. dan yang kedua adalah narasi dari Christopher McCandles sendiri….

Overall… Film ini sangat amat recomended buat di tonton… Sebuah film tentang petualangan seorang anak manusia menguji dirinya sendiri dan pada saat yang bersamaan mencari jati diri-nya…. :) Act Emile Hirsch di film ini juga sangat amat mantab… Jika dapat terus beracting seperti ini, mungkin saja dia bakal jadi salah satu actor ternama di kemudian hari…. :D

Aku kutip langsung semacam puisi yang di tulis oleh Christopher McCandless di awal film itu :

So now, after two rambling years
come the final and greatest adventure.
the climactic battle to kill the false being within
and victoriously conclude the spiritual revolution.
no longer to be poisoned by civilization, he flees,
and walks alone upon the land to become lost in the wild.
Alexander Supertramp
May 1992

That’s it for this one… Kalau aku tulis lebih banyak lagi, aku akan semakin tidak tahan untuk menulis spoiler-spoiler…. :D Sean Penn and Emile Hirsch… You guys rocks!! :D

oh iya, film ini di angkat dari kisah nyata Christopher McCandless… dari buku yang di bikin oleh John Krakauer

nb. silakan di liat juga reviewnya om fanabis yang ok abis… *hey, that’s rime…* :p review om fanabis ada di sini

Playboy kabel…

Dah lama pengen nulis soal ini… cuma males aja… Tapi gak tau napa, tiba2 ingin aja lagi nih…
Pernah nonton acara ini?
Acara di mana salah satu pihak ngelaporin pacarnya dan minta kepada tim playboy kabel buat menjebak sang pacar tersebut. In the end… bakal jadi happy ending atau enggak, depend on dia bakal selingkuh apa enggak…

Well, singkat aja, lepas dari kontroversi apakah acara ini pakai script apa enggak, menurutku pasangan yang masuk dalam acara ini lebih baik putus aja. Lepas dari apakah dia itu ketangkap basah ataupun enggak…. Apapun hasilnya… mereka sudah seharusnya putus… Pada akhirnya, hasilnya akan menunjukkan apa orang yang dilaporkan tidak pantas untuk yang melaporkan… atau sebaliknya, orang yang melaporkan tidak pantas untuk yang dilaporkan…

Menurutku, hubungan antar 2 manusia * in this case, maksudku “pacaran” ;)) * seharusnya di bangun di atas kepercayaan…. Jika salah satu sudah tidak percaya lagi… buat apa hubungan itu dipertahankan? Apalagi sampai melaporkan ke acara seperti ini… Face it… Dia selingkuh, maka dia tidak pantas untuk kamu… Jika kamu sudah tidak percaya dengan pasanganmu lagi… dan ternyata pasangan kamu tidak selingkuh… pantaskah kamu untuk dia? :)

Beck…

BeckBeck adalah sebuah manga dan anime dari Harold Sakuishi sensei.. Inti dari manga dan anime ini adalah musik…. Walaupun kecenderungan musik yang dibahas di dalamnya adalah musik pop sampai ke musik punk alternatif… sedikit rap juga ada…

Cerita ini dimulai dari Koyuki yang masih SMP dan masih dalam tahap mencari jati diri. Dia adalah seorang anak biasa yang tidak punya ketertarikan akan apapun… Sampai akhirnya dia bertemu dengan seekor anjing dengan banyak jahitan di badan dan wajahnya, yang sedang di usilin oleh anak2 kecil di jalan. Dia pun mengusir anak2 kecil tadi. Pemilik anjing tadi bernama Ryusuke Minami. Karena salah paham, Ryusuke mengira bahwa yang mengusilin anjing miliknya tadi adalah Koyuki. Dan Ryusuke sedikit mengintimidasi Koyuki. Koyuki yang takut pun lari… Sampai kemudian, ketika dia bertemu kembali dengan Ryusuke di sebuah bar. Dan kesalahpahaman ternyata sudah di ketahui oleh Ryusuke. Dan akhirnya mereka berteman. Lewat Ryusuke inilah, Koyuki mulai mengenal musik dan mulai belajar bermain gitar… Cerita pun berlanjut sampai mereka berdua ditambah dengan 2 orang personil lagi, yaitu Taira (bass) dan Chiba (vocal), bersama membentuk sebuah band yang di beri nama sama dengan nama anjing tadi sebelumnya, yaitu BECK. Dan cerita pun berlanjut…..

Penceritaan manga ini cenderung ke arah humor. Banyak sekali lelucon2 yang ada di dalamnya. Dan sepertinya Harold Sakuishi sensei adalah seorang penggemar berat wrestling… Sebab banyak sekali lelucon yang divisualisasi dengan gerakan2 wrestling ataupun dengan muncul sekilas karakter numpang lewat dengan topeng khas WWF… :D Dan walaupun bercerita seputar musik, ternyata Harold Sakuishi sensei juga memasukkan kisah tentang mafia dan semacamnya… Hal ini terkait dengan masa lalu Ryusuke Minami… yang sedikit… gelap *kalimat terakhir diucapkan dengan menggunakan intonasi pembaca acara “silet”* ;))

Berbeda dengan desperado, cerita di dalam beck lumayan panjang dan ada banyak bumbu… seperti hubungan Koyuki dengan adiknya Ryusuke, konflik antar personel di dalam band, urusan dengan record label, dan banyak hal-hal lainnya.

Yang patut di acungin jempol adalah kemampuan visualisasi musik dari Harold Sakuishi sensei dan team… Mereka bisa membuat anime Beck ini disertai dengan lagu2 yang memang sangat top… Pertama aku rada pesimis tau nih manga dibikin animenya… Soalnya bahasa tulisan dengan lagu sangat berbeda jauh menurutku… ternyata Harold Sakuishi dan team bisa menghandlenya… sep lah pokoknya hasilnya :D…

Jika kamu termasuk orang yang suka musik dan cerita lucu, gak rugi buat baca atau nonton nih manga dan anime… seriously… lagian nih manga en anime sudah lumayan populer juga kok :D heheheheh Di indonesia, manga ini masuk dalam Shonen Magz dan juga ada tankoubon(buku) sendiri yang terpisah dari Shonen Magz tadi.

BTW, post ini adalah atas request Teddy, salah satu dari sekian musisi indonesia yang sangat berbakat… go get them ted :D