Archive for the 'Thought' Category Page 3 of 7



Playboy kabel…

Dah lama pengen nulis soal ini… cuma males aja… Tapi gak tau napa, tiba2 ingin aja lagi nih…
Pernah nonton acara ini?
Acara di mana salah satu pihak ngelaporin pacarnya dan minta kepada tim playboy kabel buat menjebak sang pacar tersebut. In the end… bakal jadi happy ending atau enggak, depend on dia bakal selingkuh apa enggak…

Well, singkat aja, lepas dari kontroversi apakah acara ini pakai script apa enggak, menurutku pasangan yang masuk dalam acara ini lebih baik putus aja. Lepas dari apakah dia itu ketangkap basah ataupun enggak…. Apapun hasilnya… mereka sudah seharusnya putus… Pada akhirnya, hasilnya akan menunjukkan apa orang yang dilaporkan tidak pantas untuk yang melaporkan… atau sebaliknya, orang yang melaporkan tidak pantas untuk yang dilaporkan…

Menurutku, hubungan antar 2 manusia * in this case, maksudku “pacaran” ;)) * seharusnya di bangun di atas kepercayaan…. Jika salah satu sudah tidak percaya lagi… buat apa hubungan itu dipertahankan? Apalagi sampai melaporkan ke acara seperti ini… Face it… Dia selingkuh, maka dia tidak pantas untuk kamu… Jika kamu sudah tidak percaya dengan pasanganmu lagi… dan ternyata pasangan kamu tidak selingkuh… pantaskah kamu untuk dia? :)

home…

pulang?…
ke mana?…
bagaimana?…
Hoshino Hachirouta - Planetes

rutinitas terlalu menyita waktu dan tenaga… apa yang ada di depan terlalu menyita perhatian… tujuan akhir lumayan terlupakan… bahkan belum terfikirkan sama sekali… crap… :-|
c’mon id… point it out… :-|

choose not to choose life…

Choose life.
Choose a job.
Choose a career.
Choose a family.
Choose a fucking big television.
Choose washing machines, cars, compact disc players, and electrical tin openers.
Choose good health, low cholesterol and dental insurance.
Choose fixed-interest mortgage repayments.
Choose a starter home.
Choose your friends.
Choose leisure wear and matching luggage.
Choose a three piece suite on hire purchase in a range of fucking fabrics.
Choose DIY and wondering who the fuck you are on a Sunday morning.
Choose sitting on that couch watching mind-numbing spirit-crushing game shows, stuffing fucking junk food into your mouth.
Choose rotting away at the end of it all, pissing your last in a miserable home, nothing more than an embarrassment to the selfish, fucked-up brats you have spawned to replace yourself.
Choose your future.
Choose life . . .
But why would I want to do a thing like that?
I choose not to choose life: I chose something else.
And the reasons?
There are no reasons.

ah… mungkin sudah banyak yang tahu narasi yang dibawakan oleh seorang tokoh bernama Mark Renton dari film trainspotting ini…. lagipula… film ini lumayan terkenal pada waktunya bukan? aku cuma ingin mengutip ini saja… ada 1 kalimat lagi yang segaja aku keluarkan dari kutipan ini…

Anyway, pernah gak merasa muak akan keadaan… muak dengan rutinitas… muak dengan segala hal yang ada di samping kita, di kota tetangga, di negara tetangga, di planet ini, di semesta ini dan di semesta lainnya…. untuk membuat lebih simple… pernah merasa muak akan dunia? :)

Ketika semua terasa begitu palsu untuk digapai dan diraih… Semua yang kamu jalanin adalah impian orang lain… simply following somebody else dreams…. faker.. faker.. faker… apa yang akan kamu lakukan ketika menyadari hal itu? Berontak? Atau dengan pasrah mengikuti mimpi yang mereka tanamkan kepadamu sehingga kemudian kamu lupa akan mimpi kamu sendiri… C’mooooon….. kamu belum sepengecut itu kan id? :-|

quote taken from here

ps. ini bagian yang aku keluarkan dari kutipan di atas… kalimat ini ada di bagian paling bawah…

Who need reasons when you’ve got heroin?

Not Pretty, Really

Sudah ada yang menonton video di youtube ini??

A nice video… sebuah video pendek dari Mark McKinney yang diputar di sundance channel, yang isinya adalah wawancara singkat dengan orang2 yang memiliki wajah good looking…. and yes, mereka memang good looking…

Pada awalnya mereka ditanya dengan pertanyaan yang lumayan frontal

do you know that you really good looking?

Dijawab dengan jawaban beragam yang intinya sih mereka mengakui kalo mereka merasa bahwa mereka good loking *ya eyalaaaah…, kalo aku di tanya gitu sih pasti aku benarkan dengan segenap raga dan jiwa * :p heheheheheheh

anyway, wawancara ringan berlanjut, mereka di tanya apa mereka pernah mendapat hal-hal yang menyenangkan karena good looking mereka? dan rata2 di jawab dengan yap, pernah…. bahkan salah satu responden berkata

people actually hire us to go to restaurant to sit near the window to attract people coming in

What an effect of good looking eh? :)

Kemudian wawancara masuk ke dalam bad effect dari mempunyai good looking face… dan beragam juga jawabannya.. mulai dari ada yang merasa orang lain hanya menganggap mereka cantik saja… tidak lebih, tidak kurang.. hanya cantik… ada yang susah mempunyai teman cowok… semua teman cowoknya adalah gay… bahkan ada juga yang berpura2 menjadi gay hanya untuk lebih dekat dengan dia… ada yang temannya selalu merasa “terancam” dengan adanya dia, sebab cewek2 temannya pada ngobrolin dia *aku g tau nih ge-er ato gemana hehehehe*… Respon terakhir yang ada di video itu lumayan bagus… aku quote langsung aja :

um.. it’s just um… its’ hard to always be look at not necessaryly in a… men look at you… like you’re an object… or say something really vulgar to you… it’s hard to you to take that as flattery because it just make you insecure and makes you or makes ME feel not pretty, really….

Back to my reality…. somehow… menurutku, memang perlakuan kita ketika bertemu dengan orang yang mempunyai good looking lumayan berbeda dengan ketika kita bertemu dengan orang yang mempunyai tampang biasa saja *seperti saya ini… huhuhuhuh*…. gak tau kenapa… tapi people always go for looks… rite? Somehow… most people will go more sweet towards the good looking people…. Dan yap… banyak orang yang akan melakukan banyak hal untuk bisa kenal dengan seseorang yang good looking tadi…. mau contoh nyata? cek FS deh…. ada banyak orang yang dengan fotonya yang good looking akan punya banyak testimonial atau comment yang isinya pada intinya meminta untuk kenalan… So much for “look for the heart and personality, not the looks” eh? :p ada lagi kejadian pas SMU nih… ada temenku (anggap aja A ok? g ok? ah, pokoknya A deh :p) yang nanya ama kakak angkatan soal sesuatu… en kakak angkatan itu cuma bilang kalo dia g tau… story end… tapi gak berapa lama… temenku yang satunya *yang ini lumayan nih :p, anggap aja B ya… soalnya yang tadi kan A :p* nanya ama kakak angkatan yang sama di tempat yang sama…. tau tanggapan kakak angkatan tadi? dengan mantabnya dia nanya ama temannya dan meneruskan jawaban itu ke temenku si B tadi… bahkan untuk pertanyaan yang belum bisa dia jawab dia catet en si B dijanjikan bakal di kasih tau nanti pas istirahat pertama, dia bakal nanya2 dulu ama temennya yang lain…. Wow… bukan main eh??

Ok.. kayaknya dah terlalu panjang aku meracau gak jelas… last… bisa kan kita mulai mencoba untuk bersikap biasa terhadap mereka yang memiliki tampang lumayan? Mungkin mereka akan lebih merasa nyaman dengan sikap kita yang biasa… yang merasa sudah bersikap biasa aja… ok ok… cool… salut dengan kalian… ^_^

defender…

Suka sepakbola?
Olahraga 11 orang melawan 11 orang di lapangan kotak segi empat berukuran 100–110 meter x 64–75 meter….
Biasanya masing2 tim terbagi menjadi 4 bagian… 1 goalkeeper, dan 10 orang akan terbagi dalam 3 bagian lainnya, yaitu defender, midfielder, dan forward. Mungkin ada posisi gantung lainnya.. tapi secara umum 4 posisi ini adalah posisi basic-nya….

Ketika melihat permainan bola… posisi mana yang kalian suka? goalkeeper? defender? midfielder? forwards? Sepertinya akan banyak yang memilih forward… ataupun midfielder… Sebab mereka lah yang banyak tersorot. Ketika seorang midfielder menggiring bola melewati beberapa pemain… memasuki daerah lawan dan memberi umpan kepada forward… banyak yang akan memikirkan betapa hebat sang midfielder… Ketika seorang forward akhirnya mencetak gol ke gawang lawan, maka stadium pun akan bergemuruh… para penonton pun akan bersorak, mungkin meneriakkan nama sang forward yang telah berhasil merusak pertahanan lawan…

Tapi kalau aku… lebih memilih defender….
Entah kenapa menurutku… menjadi defender lebih menarik daripada menjadi forward… bagaimana menyusun suatu pertahanan yang baik… bagaimana untuk menahan forward lawan yang ganas dan haus akan gol…. Menurutku (lagi :p), hal itu jauh lebih susah dibandingkan mencetak gol ke gawang lawan… Untuk mencetak gol ke gawang lawan… kamu harus menjadi forward yang bagus… tapi untuk menghadapi forward yang bagus… selain menjadi defender yang bagus, kamu harus menjadi jauh lebih baik daripada forward itu tadi….

Pandangan seperti itu juga sering aku pakai di kehidupan sehari-hari… aku lebih salut dengan orang yang mampu mempertahankan hubungan dengan orang lain (baca : pacaran gitu maksudnya… :p) dibandingkan dengan orang yang mampu mendapatkan banyak pasangan…
Aku lebih salut dengan orang yang bisa mempertahankan silaturahminya dengan teman2 lamanya dibandingkan dengan mereka yang bisa dengan mudahnya kenal dengan orang lain… Aku juga lebih salut dengan orang yang dengan tegas akan stick dengan satu benda, dibandingkan dengan orang yang sering gonta ganti benda tersebut (contohnya HP anyone?? ^_^)

Pernah dipikir gak kalo ternyata mempertahankan sesuatu itu jauh lebih susah dibandingkan mendapatkan yang baru?

ps. jangan bingung ya kalo bagian atas ama bawah kayaknya gak nyambung… heheheheheh