Archive for the 'Thought' Category Page 2 of 6



Dreams…

Dreams are our world turned upside down. Gravity, logic, time rendered meaningless. The world of dreams is not our world, although in the dead of night it tempts and deceives, daring us to know the difference. This is what makes dreams so dangerous.
Irv (as narrator) in Everwood

Aku suka banget ama quote barusan. Dari serial Everwood yang juga lumayan aku suka… Aku tau, besar kemungkinan dreams yang di maksud di situ adalah mimpi yang bisa definisikan :

A dream is the experience of envisioned images, sounds, or other sensations during sleep. It occurs in humans, most mammals, and some birds….
en.wikipedia.org/wiki/Dreams

Tapi begitu mendengar quote di atas tadi, aku langsung teringat akan impian… Impian juga punya dunianya sendiri… Some people intend to do something to achieve their dreams… and i meant.. everything….Seberapa jauh hal yang akan kamu lakukan untuk mencapai mimpi kamu itu? Apakah kamu akan berbohong? Apakah kamu akan mencuri? Apakah kamu akan membunuh untuk hal itu? *ekstrim mode : ON*… Apakah kamu akan mengkhianati sebuah pertemanan, sebuah persahabatan, sebuah persaudaraan? Do you willing to spend your whole lifetime to achieve that dreams?

Seorang teman berkata padaku, bahwa untuk bisa mewujudkan mimpi kita, kita harus menjadi seseorang yang egois… Karena begitu banyak orang di dunia ini… sehingga mimpi satu orang akan bersinggungan dengan mimpi orang lain… terwujudnya satu mimpi, adalah gagalnya satu mimpi yang lain… terasa benarnya bukan? walaupun, bukan berarti bahwa kita tidak boleh punya mimpi sama sekali…. Tapi jika mengingat hal itu tadi, maka jangan lupa bahwa mimpi kamu yang terwujud, sejelek apapun itu ternyata jadinya, adalah mimpi yang terwujud dari di korbankannya mimpi-mimpi yang lainnya… so no matter how bad it turns out… respect it… :) c’mon id… this dream is waiting for us…..

Into The Wild…

into the wild....into the wild bercerita tentang petualangan seseorang yang ingin mencari arti hidup…. as simple as that… hm… apa harus aq ganti kalimat barusan jadi “as heavy as that”? :)

Sebelumnya, jangan klik link apapun yang ada di post ini jika kalian tidak ingin tau tentang spoilernya… Sebab link yang aku berikan bisa saja menjadikan spoiler yang sangat besar….

Christopher McCandless (dalam film ini diperankan oleh Emile Hirsch) yang baru lulus dari kuliahnya di universitas emory memutuskan untuk meninggalkan kehidupan yang dia miliki sebelumnya… Dia menganggap semua yang ada di sekitar dirinya itu palsu… dia hanya percaya pada adiknya saja… Dia memutuskan untuk mencoba bertahan hidup di alaska…
McCandless meninggalkan semua hal yang dia miliki sebelumnya, mulai dari tabungan yang dia miliki, kartu kredit, kartu ATM, kartu identitas, dan lain lainnya…. barang terakhir yang akhirnya dia buang adalah mobilnya dan membakar beberapa lembar uang terakhir yang dia miliki di dompetnya… Dia melanjutkan perjalanannya dengan menumpang dari satu mobil ke mobil yang lain… hitchike istilahnya… Dalam perjalanan dia menemui banyak individu lainnya dan banyak petualangan lain… Akan tetapi, tujuan dia tetap tidak berubah… Alaska, Alaska, Alaska… Dan ini bukannya kota di Alaska… tapi Alaskanya Alaska… :D tonton aja, dan kamu akan tau maksud kalimat terakhir :)

Film dimulai dengan suasana salju di alaska… kemudian muncul sebuah mobil yang merapat ke batas akhir jalan…. Seorang backpacker turun dari mobil dan setelah sedikit percakapan dengan orang yang menyetir, dia segera menuju ke arah pegunungan alaska. Dan opening tittle akan muncul diiringi dengan pemandangan daerah Alaska yang sangat memukau… kita akan melihat backpacker tadi berjalan menuju suatu daerah di alaska… Di sana dia menemukan suatu bus… Tidak dijelaskan kenapa bus itu sampai ada di sana. Yang jelas, backpacker tadi menjadikan bus itu sebagai tempat tinggal dia selama di sana. Sebagai tempat untuk berlindung dari dingin, binatang, dan hal lainnya… dia menjadikan bus itu rumah dia di sana… Dia menulis semacam puisi di sebuah papan kayu… di bagian bawah puisi dia menulis namanya… Alexander Supertramp…

Dan film pun beranjak ke 2 tahun sebelumnya… dimana Universitas Emory tengah mengadakan upacara wisuda untuk para lulusannya…. dan Christopher McCandless adalah salah satu lulusan terbaik dari universitas itu… dilanjutkan dengan perayaan keluarga McCandless dengan makan di restoran… Di mana mereka terlibat sedikit perdebatan… dilanjutkan kembali dengan Christopher McCandless yang akhirnya membuang segala macam barang yang dia miliki, menyumbangkan semua tabungan pendidikannya, memotong semua kartu yang dia miliki, dan meninggalkan tempat tinggalnya menuju alaska… Dia pergi hanya membawa pakaian dan buku-buku dia yang merupakan harta terbesar baginya…. Dan cerita pun berlanjut….

Dalam perjalanannya, Christopher McCandless membuang namanya sendiri… Dia menggunakan nama buatan dirinya sendiri… yaitu Alexander Supertramp… Di bertemu dengan pasangan hippies yang sedang dalam perjalanan, seorang petani amerika yang memberi dia pekerjaan, pasangan dari eropa yang “gila” (membuka begitu saja bajunya di depan orang asing.. apa gak gila tuh namanya? :D), seorang anak gadis yang menyukai dia dan seorang pensiunan angkatan darat yang menunjukkan sikap ayah ke Christopher McCandless…. Sebenarnya banyak orang yang bertemu dengan McCandless… Berhubung McCandless adalah orang yang bisa dengan mudah berteman dengan orang asing, maka banyak orang yang menyukainya…. Akan tetapi, film lumayan terfokus ke beberapa orang yang aku sebutkan tadi….

Christopher adalah orang yang sangat suka buku… dalam film ini, dia sering mengutip beberapa buku… bahkan beberapa tindakannya didasari dari bacaan buku yang sedang dia baca saat itu… di film ini juga, dia sering sekali terlihat membaca buku hampir di semua waktu dimana dia senggang…

Film ini menggunakan alur maju mundur dalam bercerita… dan itu, terus terang, sangat efektif…. Film ini sendiri membagi dirinya dalam beberapa babak yang tiap babaknya akan ada tulisan seakan-akan kita sedang memasuki bab baru dalam 1 buku… Di dalam film ini juga, akan ada 2 narasi yang sering mengiringi tontonan kita…. pertama adalah narasi dari Carine McCandless yang menceritakan tentang kakaknya…. dan yang kedua adalah narasi dari Christopher McCandles sendiri….

Overall… Film ini sangat amat recomended buat di tonton… Sebuah film tentang petualangan seorang anak manusia menguji dirinya sendiri dan pada saat yang bersamaan mencari jati diri-nya…. :) Act Emile Hirsch di film ini juga sangat amat mantab… Jika dapat terus beracting seperti ini, mungkin saja dia bakal jadi salah satu actor ternama di kemudian hari…. :D

Aku kutip langsung semacam puisi yang di tulis oleh Christopher McCandless di awal film itu :

So now, after two rambling years
come the final and greatest adventure.
the climactic battle to kill the false being within
and victoriously conclude the spiritual revolution.
no longer to be poisoned by civilization, he flees,
and walks alone upon the land to become lost in the wild.
Alexander Supertramp
May 1992

That’s it for this one… Kalau aku tulis lebih banyak lagi, aku akan semakin tidak tahan untuk menulis spoiler-spoiler…. :D Sean Penn and Emile Hirsch… You guys rocks!! :D

oh iya, film ini di angkat dari kisah nyata Christopher McCandless… dari buku yang di bikin oleh John Krakauer

nb. silakan di liat juga reviewnya om fanabis yang ok abis… *hey, that’s rime…* :p review om fanabis ada di sini

Playboy kabel…

Dah lama pengen nulis soal ini… cuma males aja… Tapi gak tau napa, tiba2 ingin aja lagi nih…
Pernah nonton acara ini?
Acara di mana salah satu pihak ngelaporin pacarnya dan minta kepada tim playboy kabel buat menjebak sang pacar tersebut. In the end… bakal jadi happy ending atau enggak, depend on dia bakal selingkuh apa enggak…

Well, singkat aja, lepas dari kontroversi apakah acara ini pakai script apa enggak, menurutku pasangan yang masuk dalam acara ini lebih baik putus aja. Lepas dari apakah dia itu ketangkap basah ataupun enggak…. Apapun hasilnya… mereka sudah seharusnya putus… Pada akhirnya, hasilnya akan menunjukkan apa orang yang dilaporkan tidak pantas untuk yang melaporkan… atau sebaliknya, orang yang melaporkan tidak pantas untuk yang dilaporkan…

Menurutku, hubungan antar 2 manusia * in this case, maksudku “pacaran” ;)) * seharusnya di bangun di atas kepercayaan…. Jika salah satu sudah tidak percaya lagi… buat apa hubungan itu dipertahankan? Apalagi sampai melaporkan ke acara seperti ini… Face it… Dia selingkuh, maka dia tidak pantas untuk kamu… Jika kamu sudah tidak percaya dengan pasanganmu lagi… dan ternyata pasangan kamu tidak selingkuh… pantaskah kamu untuk dia? :)

home…

pulang?…
ke mana?…
bagaimana?…
Hoshino Hachirouta - Planetes

rutinitas terlalu menyita waktu dan tenaga… apa yang ada di depan terlalu menyita perhatian… tujuan akhir lumayan terlupakan… bahkan belum terfikirkan sama sekali… crap… :-|
c’mon id… point it out… :-|

choose not to choose life…

Choose life.
Choose a job.
Choose a career.
Choose a family.
Choose a fucking big television.
Choose washing machines, cars, compact disc players, and electrical tin openers.
Choose good health, low cholesterol and dental insurance.
Choose fixed-interest mortgage repayments.
Choose a starter home.
Choose your friends.
Choose leisure wear and matching luggage.
Choose a three piece suite on hire purchase in a range of fucking fabrics.
Choose DIY and wondering who the fuck you are on a Sunday morning.
Choose sitting on that couch watching mind-numbing spirit-crushing game shows, stuffing fucking junk food into your mouth.
Choose rotting away at the end of it all, pissing your last in a miserable home, nothing more than an embarrassment to the selfish, fucked-up brats you have spawned to replace yourself.
Choose your future.
Choose life . . .
But why would I want to do a thing like that?
I choose not to choose life: I chose something else.
And the reasons?
There are no reasons.

ah… mungkin sudah banyak yang tahu narasi yang dibawakan oleh seorang tokoh bernama Mark Renton dari film trainspotting ini…. lagipula… film ini lumayan terkenal pada waktunya bukan? aku cuma ingin mengutip ini saja… ada 1 kalimat lagi yang segaja aku keluarkan dari kutipan ini…

Anyway, pernah gak merasa muak akan keadaan… muak dengan rutinitas… muak dengan segala hal yang ada di samping kita, di kota tetangga, di negara tetangga, di planet ini, di semesta ini dan di semesta lainnya…. untuk membuat lebih simple… pernah merasa muak akan dunia? :)

Ketika semua terasa begitu palsu untuk digapai dan diraih… Semua yang kamu jalanin adalah impian orang lain… simply following somebody else dreams…. faker.. faker.. faker… apa yang akan kamu lakukan ketika menyadari hal itu? Berontak? Atau dengan pasrah mengikuti mimpi yang mereka tanamkan kepadamu sehingga kemudian kamu lupa akan mimpi kamu sendiri… C’mooooon….. kamu belum sepengecut itu kan id? :-|

quote taken from here

ps. ini bagian yang aku keluarkan dari kutipan di atas… kalimat ini ada di bagian paling bawah…

Who need reasons when you’ve got heroin?