Edo Datum a blog of a simply lazy boy…. ^_^

9Feb/0820

Planetes…

planetes....

Sebuah manga dan anime dari Makoto Yukimura... Planetes....

Sebelumnya aku lihat cover manga ini, lengkap dengan tagline dari judul bahasa indonesianya yang berbunyi:

jelajah ruang hampa

langsung terfikirkan bahwa manga ini akan berfokus di perjalanan atau petualangan menyusuri luar angkasa... astronot gitu... well.. gak sepenuhnya salah sih... tapi ternyata luar angkasa di sini cuma menjadi latar belakang... fokus yang ditekankan justru pada kehidupan para tokoh utama....

Cerita planetes ini berkisar di kehidupan para crew DS-12, sebuah pesawat luar angkasa yang berfungsi untuk mengumpulkan space debris. Para crew dan DS-12 ini tergabung dalam bagian debris dari perusahaan technora corporation. Walaupun crew bagian debris ini ada banyak (um... g lebih dari 10 dink :p), tapi cerita lebih banyak terfokus pada Hachirota Hoshino, Ai Tanabe, Fee Carmichael, dan Yuri Mihairokov... Bahkan, cerita Yuri adalah cerita pertama di manga. Dan hal itu sempat membuat aq berfikir bahwa Yuri adalah tokoh utama cerita ini.. ternyata Hachirota :D

Cerita planetes sendiri lebih bertitik berat di kehidupan manusia... Hachirota di dalam cerita ini mengalami kebimbangan, kemarahan, kesepian dan macam2 lainnya... pendek kata, dia mengalami hidup :p penuturan yang di lakukan di cerita ini juga pas banget... Ada kalanya Hachirota mengalami kebimbangan dalam diri, dan kebimbangan itu terkadang di visualisasikan dengan bayangan dirinya sendiri yang akan mengkonfrontasinya...

Aku quote langsung dari wikipedia soal tema yang di bawa oleh cerita ini :

The themes in Planetes are philosophical, societal, and political in nature.

  • The theme most prevalent within the plot is the relationship between space, humanity, and the individual. Hachimaki struggles throughout the story with his own relationship with space and consequently, other people. Meanwhile, the terrorist group, the Space Defence Front's view of humanity's relationship with space is the driving force through much of the story.
  • Existential dread (or angst) and the characters' response to it is an important part to their characterization. The characters' response to angst, particularly the protagonist Hachimaki, becomes a source of both internal and external conflict throughout the story.
  • Both the manga and the anime criticize artificial divisions, including political divisions within humanity, as well as divisions between nations, individuals, and class divisions.
  • In the anime, several characters were introduced in order to add its criticism of salaryman culture. Some of these characters are portrayed only to seek to climb the corporate ladder, however unlikely it may be. This fact makes several characters lose sight of the importance of their job, however lowly others might see it. At the same time, several characters are introduced who seek to work within the system in order to make a difference.
  • More generally, the series examines the difference between greed and ambition. The purpose and consequences of space exploration are seen both as they relate to humanity as a whole, and how they relate to the Hoshino family in particular. For humanity, space exploration holds the promise of increased wealth and prosperity. However, as the most wealthy nations are the only ones that can develop space, they are the only ones who end up reaping the benefits. Similarly, the protagonist, Hachirota Hoshino, initially wants to go faster and farther than he ever has before, yet as a result he nearly destroys both himself, and his relationships with others. Hachi's father, Goro Hoshino, is also caught between the two, having spent many years away from his wife and children so that he could explore space. Lastly, Hachi's younger brother, Kyutaro Hoshino, is obsessed with building rockets, either to make a name for himself, to upstage his brother, or to gain more attention and respect from his family, even if this occasionally results in putting their lives in danger when one of his rockets flies out of control.

Karakter2 di dalam cerita ini juga pas banget... Hachirota yang berkarakter kasar, dan sedikit kaku, di gabung dengan karakter Ai yang periang, supel, ditambah lagi dengan karakter Yuri yang pendiam, dan Fee yang berjiwa pemimpin dan sangat amat tergila-gila dengan yang namanya rokok... :D

Ada satu chapter, Hachirota yang sudah sukses meraih salah satu hal yang diinginkannya... akan tetapi dia merasa kosong... senang enggak, sedih enggak, datar... benar2 datar... dia juga bingung dengan keadaannya.... akhirnya dia memutuskan untuk bertamasya melihat bintang di permukaan bulan seorang diri.... dan diapun bengong selama 1 minggu berfikir en merenung tentang hidupnya... sampai akhirnya temannya yang cemas pun menjemput dia... dan teman dia itu menyuruh dia untuk pulang... dan pada bagian ini lah.. muncul bagian perkataan hachirota yang aq quote di post sebelumnya...

"pulang?…
ke mana?…
bagaimana?…"

dan chapter bagian itu selesai dengan dia memandang langit sambil begumam "bagaimana?".... nice touch... standing applause buat Makoto Yukimura sensei :D heheheheh

Kalo di baca dari tadi, mungkin bakal terfikir kalo ini cerita yang serius, berat en gelap. Well, pemaparannya dibumbui dengan banyak lelucon2 loh. Jadi walaupun ceritanya lumayan serius menurutku, tapi g bakal ngantuk deh. Soalnya jatuhnya malah mirip cerita humor :D serius deh... bacanya asik banget, ngalir, ketawa2.. tapi pesan di dalamnya berat... sip lah pokoknya :D

Untuk penggambarannya masa depan yang di ceritakan juga masuk akal sekali... terutama baju luar angkasa dan pesawat luar angkasanya... sungguh masuk akal. Tidak ada hal yang berlebihan. Dan juga penggambaran penyakit yang di derita para astronot karena terlalu sering berinteraksi dengan keadaan di luar atmosfer. Tampaknya Makoto Yukimura sensei banyak melakukan riset soal ini. Just my guess :p

Anyway, udah terlalu panjang kayaknya post-ku kali ini. Aku cukupkan di sini aja deh :)

nb. Manga ini keluar pada tahun 2003 di indonesia dengan judul yang sama. Dan animenya keluar pada tahun 2005. Entah kenapa, manga dan anime ini tidak terlalu booming di indonesia... mungkin perlu karakter cewek yang seksi en imut atau bumbu cerita yang rada erotic untuk suatu cerita yang bagus biar bisa jadi booming di sini. *sinis mode : ON* ;))

nb lg. Manga ini di indonesia cuma di terjemahkan ampe volume 3. Padahal di Jepang sana, ada 2 volume lagi yang beredar, yaitu volume 4A dan volume 4B.

26Dec/0718

Beautiful Girls


A nice movie.... Sebuah film sederhana yang memaparkan sesuatu hal yang mungkin kedengarannya simple... reuni.. dan pilihan hidup... g terlalu simple eh? ^_^ heheheheh....

beautiful girls adalah sebuah film yang... santai... ya.. santai... :) nyaman aja nonton film ini... Film ini menceritakan tentang seseorang (Willie Conway , yang di perankan dengan mantab oleh Timothy Hutton) yang kembali ke kampung halaman dia dalam rangka liburan, sekaligus menghadiri reuni high school dia... di kampung halaman itu dia juga sedikit banyak mengetahui perkembangan yang dialami oleh teman2 dia yang dulu akrab di high school... patch things up gitu lah :) mulai dari yang bekerja menjadi snow plower, ada yang dah jadi manager, ada yang dah settle down berkeluarga, ada yang masih "jalan bareng" ma pacarnya, sampai yang selingkuh dengan istri orang lain... sementara dia sendiri, berencana untuk bertunangan dengan kekasihnya walaupun dia sendiri masih ragu... dan di kampung halaman itu, dalam masa keraguan dia tadi, dia bertemu (dan "tertarik") dengan anak gadis tetangga berumur 13 tahun yang tampaknya jauh lebih dewasa dari umurnya (Marty di perankan dengan mantab pula oleh Natalie Portman)... and the story rolls... :)

Yang paling membuat aku suka dengan film ini adalah dialog-dialog antara willie dan marty yang sangat sangat berkesan... salah satunya seperti ini :

Marty : You should wait til' you meet someone who excites you.
Willie : Well you know, she may not be out there.
Marty : It's like "The Wizard of Oz" Will... The whole time it was right in your own backyard...

not that deep eh? tapi berkesan banget buat aku :) ada satu lagi dialog mereka yang menyinggung cerita "Winnie the Pooh"... dialognya berkesan juga... tapi aku lupa persisnya seperti apa, tapi mantab... dialog itu menggarisbawahi bahwa... seerat apapun hubungan antara pooh dan roberts... akhirnya persahabatan mereka berakhir dengan roberts meninggalkan pooh... tragic eh? tergantung pendapat kalian :) tapi act Timothy Hutton dan Natalie Portman pas dialog2 itu bener2... pas... patut untuk di tonton :)

update @ night...
nih film lama kok.. tahun 1996 gitu kalo g salah :) jadi kalo mo nonton, silakan hubungin rental terdekat ya :D heheheheheh

Filed under: Resensi Film 18 Comments
2Nov/074

Tada Kimi o Aishiteru: Heavenly Forest

Tadi malam gak bisa tidur.... akhirnya nonton film yang udah di beli tapi blm sempet ketonton... Film Jepang... Judulnya seperti judul postingan ini....

Tada Kimi o Aishiteru

Yang dalam bahasa inggris dapat diartikan

Just Loving You

"Heavenly Forest" sendiri adalah judul international yang di berikan untuk film ini... aku sendiri lebih prefer judul dalam bahasa jepang... atau jika ingin diberikan dalam bahasa inggris, translate langsung aja harusnya dari judul jepang itu.... Entah kenapa pas sekali dengan isi ceritanya....

Cerita dimulai dengan menunjukkan Makoto (Tamaki Hiroshi) yang sedang ada di USA akan menghadiri undangan pameran foto yang diadakan oleh Shizuru(Miyazaki Aoi). Mereka berjanji bertemu di bawah jembatan. Sambil menunggu, Makoto mengenang kejadian2 ketika mereka bertemu sampai dengan saat dia berangkat ke USA itu. Cerita pun flash back ke masa ketika mereka baru masuk kuliah, dan menceritakan pertemuan pertama Makoto dan Shizuru. Shizuru dan Makoto mulai berteman dan sering bermain ke hutan *nangkep kan sekarang kenapa judul internasionalnya "Heavenly Forest"? :p* dekat kampus mereka untuk hunting foto. Makoto memang punya hobby photography, dan Shizuru baru mulai belajar.... Berlanjut muncul lagi karakter Miyuki (Kuroki Meisa) yang di"sukai" oleh Makoto... Shizuru menyukai Makoto, Makoto menyukai Miyuki, dan Miyuki menyukai Makoto juga. Dan cerita pun bergulir sekitar 3 orang itu. Walaupun Shizuru menyukai Makoto, tapi dia mendukung Makoto untuk dekat dengan Miyuki dengan kata dan perbuatan *misalnya, membantu Makoto memilih baju untuk pergi ke acara formal dengan Miyuki*... Seiring waktu, Makoto tanpa sadar mulai menyukai Shizuru juga. Suatu hari, Shizuru meminta untuk membuat foto dia dan Makoto berciuman *aku kok gak nemu kata yang lebih enak ya?? ^_^* untuk di ikutsertakan dalam lomba. Pada hari foto itu di buat... Shizuru pergi dari rumah dan juga kehidupan Makoto.... Dan itu meninggalkan Makoto sendiri dan kehilangan Shizuru.... Gemana akhirnya dari film ini? well... tonton sendiri aja ya... Pokoknya top deh film ini.... ^_^

Filed under: Resensi Film 4 Comments
8Oct/072

Before Sunrise

~Can the greatest romance of your life last only one night?~


Ethan Hawke dan Julie Deply punya chemistry yang mantab.... itu satu pendapat yang keluar dari otak aku....

Nonton film keluaran tahun 1995 ini cuma dapat 2 opsi doank...
  1. Begitu antusias menonton dan mengikuti chemistry dari 2 tokoh utamanya lengkap dengan menikmati suasana kota Vienna yang menyenangkan *sigh... jadi pengen ke sana*
  2. Tertidur dengan pulas dan terbangun ketika film sudah selesai... :p hehehehehe

Kenapa begitu? simple, ini film yang intinya adalah obrolan 2 orang. Jadi, kalo mengharapkan action yang keren, drama penuh intrik, atau plot yang berat.... maka film ini sangat sangat tidak cocok. Tapi jika mengharapkan drama yang menarik (at least menurut aku loh ya :p), maka film ini patut di tonton...

Plotnya sederhana aja. Jesse (Ethan Hawke) dan Celine (Julie Delpy) bertemu pertama kali di kereta, mereka mengobrol pertama kali karena ada pertengkaran antara suami istri di gerbong kereta yang mereka naiki. Jesse akhirnya mengajak Celine untuk pergi ke gerbong resto buat cari makan sekaligus menyingkir dari gerbong yang ribut itu. Merasa cocok mengobrol, Jesse mengajak Celine turun di Vienna bersama dia untuk menemani dia berkeliling kota Vienna.... Mereka punya waktu sampai pagi sebelum Jesse harus pergi ke Amerika.... Dan selama 1 hari dan 1 malam itu mereka berkeliling kota Vienna ngobrol ngalur ngidul.... Mereka membicarakan segala hal.... pendapat tentang kehidupan, tentang cinta, tentang perbedaan pria dan wanita, pokoknya banyak dah.... Yang bikin asik emang chemistry antara Ethan Hawke dan Julie Deply yang bikin dialog en akting mereka berkesan sangat natural.... Atau... mungkin mereka sama sekali tidak berakting ketika shooting film ini? ^_~ Gemana ending dari movie ini? well... kayaknya tonton aja sendiri deh... Aku gak mau jadi spoiler :p hehehehehe......

Conclusion? It is one of my all-time favorite movie.... v(^_^)v

Powered by ScribeFire.

2Oct/073

Wicker Park

~Passion Never Dies~

mo rekomendasi film lagi ah... lagi seneng2nya bahas film nih :)

Wicker park.. bercerita tentang seorang cowok yang terobsesi dengan seorang cewek... Dia gak bisa melepaskan pikirannya dari cewek yang satu ini... passion, obsessed, fanatic, crazy, stuck on her.... u name it... in short... kita bisa bilang... si cowok jatuh cinta ama si cewek.... *ooOOh... co cweeet :p*

Plot awalnya adalah si cowok (Max, diperankan oleh Josh Harnet) baru akan berangkat ke Cina (atau Jepang ya... lupa je :p) selama beberapa hari untuk keperluan kerja. Sebelum berangkat, dia makan bersama klien perwakilan pihak Cina di restoran... di mana dia menemukan jejak dari cewek (Lisa, diperankan oleh Diane Krugger) yang berpisah tanpa kabar dengan dia 2 tahun yang lalu.... Max sangat yakin bahwa dia telah menemukan Lisa yang hilang tanpa jejak itu lagi malam itu.... Sehingga kemudian dia memutuskan untuk tidak berangkat ke Cina, tapi dia tetep tinggal buat mencari Lisa.

Itu plot awalnya... Yang menarik dari film ini adalah story line-nya yang sama sekali bukan line menurutku :) jadi film ini akan menceritakan sepotong2 kisah dari sudut-pandang2 3 tokoh utama yang ada... yaitu Max, Lisa dan Alex... Dan yang perlu diketahui adalah... potongan2 kisah tersebut belum tentu berurutan... Semua hanyalah lemparan kepingan puzzle yang di berikan oleh film... dan semakin ke ending akan semakin tersusun di otak dengan rapi kepingan2 puzzle itu tadi.... Bagus banget menurutku. Cobain aja nonton.... insyaallah gak nyesel deh... ^_^

Highly recomended, especially buat di tonton ama pasangan yang lagi kasmaran :p heheheheheheh

Fact :

  • Wicker Park adalah nama tempat di Chicago, tepatnya di West Town.
  • Film Wicker Park sendiri adalah hasil remake dari L'appartement, versi Prancis yang memiliki sentuhan yang sedikit berbeda.. tapi signifikan :) L'appartement sendiri menampilkan Monica Belluci sebagai pemeran tokoh Lisa.
  • Wicker Park digarap tahun 2004 dan L'appartement digarap 8 tahun sebelumnya, tahun 1996.

nb. Jika kalian suka wicker park... direkomendasikan untuk tidak melihat L'appartement.... sebaliknya, jika tidak suka wicker park, coba tonton L'appartement... besar kemungknnan jika tidak suka wicker park, akan suka L'appartement. Dan kalo kalian mo nanya kenapa aku bilang kayak gitu.... cobain aja tonton 2-2nya :p heheheheheh......

Powered by ScribeFire.

Switch to our mobile site