Archive for the 'Resensi Film' Category Page 2 of 2



Beautiful Girls


A nice movie…. Sebuah film sederhana yang memaparkan sesuatu hal yang mungkin kedengarannya simple… reuni.. dan pilihan hidup… g terlalu simple eh? ^_^ heheheheh….

beautiful girls adalah sebuah film yang… santai… ya.. santai… :) nyaman aja nonton film ini… Film ini menceritakan tentang seseorang (Willie Conway , yang di perankan dengan mantab oleh Timothy Hutton) yang kembali ke kampung halaman dia dalam rangka liburan, sekaligus menghadiri reuni high school dia… di kampung halaman itu dia juga sedikit banyak mengetahui perkembangan yang dialami oleh teman2 dia yang dulu akrab di high school… patch things up gitu lah :) mulai dari yang bekerja menjadi snow plower, ada yang dah jadi manager, ada yang dah settle down berkeluarga, ada yang masih “jalan bareng” ma pacarnya, sampai yang selingkuh dengan istri orang lain… sementara dia sendiri, berencana untuk bertunangan dengan kekasihnya walaupun dia sendiri masih ragu… dan di kampung halaman itu, dalam masa keraguan dia tadi, dia bertemu (dan “tertarik”) dengan anak gadis tetangga berumur 13 tahun yang tampaknya jauh lebih dewasa dari umurnya (Marty di perankan dengan mantab pula oleh Natalie Portman)… and the story rolls… :)

Yang paling membuat aku suka dengan film ini adalah dialog-dialog antara willie dan marty yang sangat sangat berkesan… salah satunya seperti ini :

Marty : You should wait til’ you meet someone who excites you.
Willie : Well you know, she may not be out there.
Marty : It’s like “The Wizard of Oz” Will… The whole time it was right in your own backyard…

not that deep eh? tapi berkesan banget buat aku :) ada satu lagi dialog mereka yang menyinggung cerita “Winnie the Pooh”… dialognya berkesan juga… tapi aku lupa persisnya seperti apa, tapi mantab… dialog itu menggarisbawahi bahwa… seerat apapun hubungan antara pooh dan roberts… akhirnya persahabatan mereka berakhir dengan roberts meninggalkan pooh… tragic eh? tergantung pendapat kalian :) tapi act Timothy Hutton dan Natalie Portman pas dialog2 itu bener2… pas… patut untuk di tonton :)

update @ night…
nih film lama kok.. tahun 1996 gitu kalo g salah :) jadi kalo mo nonton, silakan hubungin rental terdekat ya :D heheheheheh

Tada Kimi o Aishiteru: Heavenly Forest

Tadi malam gak bisa tidur…. akhirnya nonton film yang udah di beli tapi blm sempet ketonton… Film Jepang… Judulnya seperti judul postingan ini….

Tada Kimi o Aishiteru

Yang dalam bahasa inggris dapat diartikan

Just Loving You

“Heavenly Forest” sendiri adalah judul international yang di berikan untuk film ini… aku sendiri lebih prefer judul dalam bahasa jepang… atau jika ingin diberikan dalam bahasa inggris, translate langsung aja harusnya dari judul jepang itu…. Entah kenapa pas sekali dengan isi ceritanya….

Cerita dimulai dengan menunjukkan Makoto (Tamaki Hiroshi) yang sedang ada di USA akan menghadiri undangan pameran foto yang diadakan oleh Shizuru(Miyazaki Aoi). Mereka berjanji bertemu di bawah jembatan. Sambil menunggu, Makoto mengenang kejadian2 ketika mereka bertemu sampai dengan saat dia berangkat ke USA itu. Cerita pun flash back ke masa ketika mereka baru masuk kuliah, dan menceritakan pertemuan pertama Makoto dan Shizuru. Shizuru dan Makoto mulai berteman dan sering bermain ke hutan *nangkep kan sekarang kenapa judul internasionalnya “Heavenly Forest”? :p* dekat kampus mereka untuk hunting foto. Makoto memang punya hobby photography, dan Shizuru baru mulai belajar…. Berlanjut muncul lagi karakter Miyuki (Kuroki Meisa) yang di”sukai” oleh Makoto… Shizuru menyukai Makoto, Makoto menyukai Miyuki, dan Miyuki menyukai Makoto juga. Dan cerita pun bergulir sekitar 3 orang itu. Walaupun Shizuru menyukai Makoto, tapi dia mendukung Makoto untuk dekat dengan Miyuki dengan kata dan perbuatan *misalnya, membantu Makoto memilih baju untuk pergi ke acara formal dengan Miyuki*… Seiring waktu, Makoto tanpa sadar mulai menyukai Shizuru juga. Suatu hari, Shizuru meminta untuk membuat foto dia dan Makoto berciuman *aku kok gak nemu kata yang lebih enak ya?? ^_^* untuk di ikutsertakan dalam lomba. Pada hari foto itu di buat… Shizuru pergi dari rumah dan juga kehidupan Makoto…. Dan itu meninggalkan Makoto sendiri dan kehilangan Shizuru…. Gemana akhirnya dari film ini? well… tonton sendiri aja ya… Pokoknya top deh film ini…. ^_^

Before Sunrise

~Can the greatest romance of your life last only one night?~


Ethan Hawke dan Julie Deply punya chemistry yang mantab…. itu satu pendapat yang keluar dari otak aku….

Nonton film keluaran tahun 1995 ini cuma dapat 2 opsi doank…
  1. Begitu antusias menonton dan mengikuti chemistry dari 2 tokoh utamanya lengkap dengan menikmati suasana kota Vienna yang menyenangkan *sigh… jadi pengen ke sana*
  2. Tertidur dengan pulas dan terbangun ketika film sudah selesai… :p hehehehehe

Kenapa begitu? simple, ini film yang intinya adalah obrolan 2 orang. Jadi, kalo mengharapkan action yang keren, drama penuh intrik, atau plot yang berat…. maka film ini sangat sangat tidak cocok. Tapi jika mengharapkan drama yang menarik (at least menurut aku loh ya :p), maka film ini patut di tonton…

Plotnya sederhana aja. Jesse (Ethan Hawke) dan Celine (Julie Delpy) bertemu pertama kali di kereta, mereka mengobrol pertama kali karena ada pertengkaran antara suami istri di gerbong kereta yang mereka naiki. Jesse akhirnya mengajak Celine untuk pergi ke gerbong resto buat cari makan sekaligus menyingkir dari gerbong yang ribut itu. Merasa cocok mengobrol, Jesse mengajak Celine turun di Vienna bersama dia untuk menemani dia berkeliling kota Vienna…. Mereka punya waktu sampai pagi sebelum Jesse harus pergi ke Amerika…. Dan selama 1 hari dan 1 malam itu mereka berkeliling kota Vienna ngobrol ngalur ngidul…. Mereka membicarakan segala hal…. pendapat tentang kehidupan, tentang cinta, tentang perbedaan pria dan wanita, pokoknya banyak dah…. Yang bikin asik emang chemistry antara Ethan Hawke dan Julie Deply yang bikin dialog en akting mereka berkesan sangat natural…. Atau… mungkin mereka sama sekali tidak berakting ketika shooting film ini? ^_~ Gemana ending dari movie ini? well… kayaknya tonton aja sendiri deh… Aku gak mau jadi spoiler :p hehehehehe……

Conclusion? It is one of my all-time favorite movie…. v(^_^)v

Powered by ScribeFire.

Wicker Park

~Passion Never Dies~

mo rekomendasi film lagi ah… lagi seneng2nya bahas film nih :)

Wicker park.. bercerita tentang seorang cowok yang terobsesi dengan seorang cewek… Dia gak bisa melepaskan pikirannya dari cewek yang satu ini… passion, obsessed, fanatic, crazy, stuck on her…. u name it… in short… kita bisa bilang… si cowok jatuh cinta ama si cewek…. *ooOOh… co cweeet :p*

Plot awalnya adalah si cowok (Max, diperankan oleh Josh Harnet) baru akan berangkat ke Cina (atau Jepang ya… lupa je :p) selama beberapa hari untuk keperluan kerja. Sebelum berangkat, dia makan bersama klien perwakilan pihak Cina di restoran… di mana dia menemukan jejak dari cewek (Lisa, diperankan oleh Diane Krugger) yang berpisah tanpa kabar dengan dia 2 tahun yang lalu…. Max sangat yakin bahwa dia telah menemukan Lisa yang hilang tanpa jejak itu lagi malam itu…. Sehingga kemudian dia memutuskan untuk tidak berangkat ke Cina, tapi dia tetep tinggal buat mencari Lisa.

Itu plot awalnya… Yang menarik dari film ini adalah story line-nya yang sama sekali bukan line menurutku :) jadi film ini akan menceritakan sepotong2 kisah dari sudut-pandang2 3 tokoh utama yang ada… yaitu Max, Lisa dan Alex… Dan yang perlu diketahui adalah… potongan2 kisah tersebut belum tentu berurutan… Semua hanyalah lemparan kepingan puzzle yang di berikan oleh film… dan semakin ke ending akan semakin tersusun di otak dengan rapi kepingan2 puzzle itu tadi…. Bagus banget menurutku. Cobain aja nonton…. insyaallah gak nyesel deh… ^_^

Highly recomended, especially buat di tonton ama pasangan yang lagi kasmaran :p heheheheheheh

Fact :

  • Wicker Park adalah nama tempat di Chicago, tepatnya di West Town.
  • Film Wicker Park sendiri adalah hasil remake dari L’appartement, versi Prancis yang memiliki sentuhan yang sedikit berbeda.. tapi signifikan :) L’appartement sendiri menampilkan Monica Belluci sebagai pemeran tokoh Lisa.
  • Wicker Park digarap tahun 2004 dan L’appartement digarap 8 tahun sebelumnya, tahun 1996.

nb. Jika kalian suka wicker park… direkomendasikan untuk tidak melihat L’appartement…. sebaliknya, jika tidak suka wicker park, coba tonton L’appartement… besar kemungknnan jika tidak suka wicker park, akan suka L’appartement. Dan kalo kalian mo nanya kenapa aku bilang kayak gitu…. cobain aja tonton 2-2nya :p heheheheheh……

Powered by ScribeFire.

The Greatest Game Ever Played….

~Everything begins with a Dream~



Tags dari film The Greatest Game Ever Played ….. Film tentang Francis Ouimet, seorang golfer amateur yang bertanding untuk pertama kali dan langsung di US Open.. Diambil dari kisah nyata yang ada di tahun 1913….

A nice film… Sebuah film untuk menunjukkan kemampuan diri di antara orang yang tidak percaya bahwa dirinya mampu untuk mengikuti perlombaan tersebut sebagai seorang pemain yang baik…. Francis Ouimet sebelumnya hanya seorang anak kecil yang bertempat tinggal dekat dengan lapangan golf. Karena itu, dia bekerja paruh waktu dengan menjadi caddy. Ketika menjadi caddy, Francis menjadi sangat tertarik dengan olahraga golf tersebut. Sehingga, dengan 1 buah stick golf pemberian pemilik lapangan golf, dia berlatih tiap malam dan akhirnya mempunyai skill yang lumayan di olahraga ini… Ke depannya, dia di rekomendasikan mengikuti turnamen golf US Open.. and so on and so on… lumayan tipikal… ada orang tua yang menentang sang anak untuk mengejar mimpinya, dalam hal ini ayahnya… ada sekelompok orang yang merasa bahwa dia tidak mampu… dan film akhirnya akan berakhir dengan selesainya konflik-konflik tersebut sejalan dengan sang tokoh berusaha mengapai mimpinya….

Anyway… aku gak ingin masuk ke dalam resensi film terlalu jauh… Yang ingin aku garisbawahi adalah tag dari film tersebut… everything begins with a dream…. Yap, semua itu bermula dari mimpi… Dengan mimpi, Francis bisa bangkit lagi setelah jatuh sebelumnya…. Sebegitu pentingnya mimpi bagi seorang individu…. So… gak ada salahnya punya sebuah mimpi kan? Let’s set our hope high…. tapi inget untuk hope for the best, but prepared for the worst…. :)


nb. Walopun aku gambarin filmnya rada tipikal, tapi sebenarnya film itu bener2 bagus loh… serius deh… cobain aja nonton… aku cuma lagi males aja nulis lebih panjang lebar soal filmnya :p heheheheh… recomended banget buat di tonton… ^_^

oh iya, 1 fakta yang aq tau… Francis akhirnya tetap berkarir di golf sebagai amateur…. blm pernah berkarir sebagai profesional golfer….

Powered by ScribeFire.