Kambing Jantan the movie…
Hasil dari nonton film selalu berhubungan dengan ekspektasi awal sebelum menontonnya. Dan hal ini sangat sangat berpengaruh dengan film ini. Jika pada awalnya mengharapkan bisa ketawa non stop tanpa henti... well.. mending jangan nonton film ini :p Ketika nonton film ini, terasa lumayan nanggung... Mau di bilang film komedi... Film ini hanya punya beberapa spot yang memang lucu... Mau di bilang film drama... Enggak juga... Toh lumayan banyak spot yang emang di rencanakan buat jadi lelucon... walaupun beberapa eksekusinya jadi rada standar dan membuat penonton rada bengong doank liatnya... Mo di bilang film action... ga ada yang babak belur... mo di bilang film horror... er... adegan raditya dika melototin bulu dada orang india itu rada horror sih
tapi ya cuma di situ horrornya...
Jelek? aku ga ada bilang gitu kan?
Kalau boleh kategoriin sih, sebenarnya aku lebih cenderung memasukkan film ini ke kategori drama. Karena memang ceritanya cenderung ke arah situ... drama dengan beberapa titik lelucon yang bagus... not bad... although not that good... Terus terang, menurutku dengan beberapa sentuhan lagi film ini bisa jadi film yang bagus banget... Kalo raditya dika sendiri mengatakan film ini hampir sama pace dan level komedinya Descontructing Harry-nya Woody Allen, kalo aku sendiri jadi keinget ama "Anything Else"-nya Woody Allen...
Adegan yang paling aku suka itu adegan di mana raditya dika naik bus dari adelaide ke melbourne... funny? nope... seperti yang ada di bukunya, justru bagian ini bagian yang serius... ok, di bukunya dia berusaha memasukkan unsur humor untuk menutupinya, tapi di film, bisa kerasa kalo bagian ini emang beda... di tambah pulak pake background song "adelaide sky"... cocok dah... Trus kalo bagian yang paling bikin aku ketawa itu pas raditya dika ketemu lagi ama kecengannya waktu SD di restoran... kocak tuh bagian itu
satu kalimat itu yang paling mantab
Itu aja dulu deh kayaknya... seperti yang tadi aku sebutkan, jangan set level ekpektasi kalian ke film humor. Tapi set ke film drama, then you can enjoy this movie
Into The Wild…
into the wild bercerita tentang petualangan seseorang yang ingin mencari arti hidup.... as simple as that... hm... apa harus aq ganti kalimat barusan jadi "as heavy as that"?
Sebelumnya, jangan klik link apapun yang ada di post ini jika kalian tidak ingin tau tentang spoilernya... Sebab link yang aku berikan bisa saja menjadikan spoiler yang sangat besar....
Christopher McCandless (dalam film ini diperankan oleh Emile Hirsch) yang baru lulus dari kuliahnya di universitas emory memutuskan untuk meninggalkan kehidupan yang dia miliki sebelumnya... Dia menganggap semua yang ada di sekitar dirinya itu palsu... dia hanya percaya pada adiknya saja... Dia memutuskan untuk mencoba bertahan hidup di alaska...
McCandless meninggalkan semua hal yang dia miliki sebelumnya, mulai dari tabungan yang dia miliki, kartu kredit, kartu ATM, kartu identitas, dan lain lainnya.... barang terakhir yang akhirnya dia buang adalah mobilnya dan membakar beberapa lembar uang terakhir yang dia miliki di dompetnya... Dia melanjutkan perjalanannya dengan menumpang dari satu mobil ke mobil yang lain... hitchike istilahnya... Dalam perjalanan dia menemui banyak individu lainnya dan banyak petualangan lain... Akan tetapi, tujuan dia tetap tidak berubah... Alaska, Alaska, Alaska... Dan ini bukannya kota di Alaska... tapi Alaskanya Alaska...
tonton aja, dan kamu akan tau maksud kalimat terakhir
Film dimulai dengan suasana salju di alaska... kemudian muncul sebuah mobil yang merapat ke batas akhir jalan.... Seorang backpacker turun dari mobil dan setelah sedikit percakapan dengan orang yang menyetir, dia segera menuju ke arah pegunungan alaska. Dan opening tittle akan muncul diiringi dengan pemandangan daerah Alaska yang sangat memukau... kita akan melihat backpacker tadi berjalan menuju suatu daerah di alaska... Di sana dia menemukan suatu bus... Tidak dijelaskan kenapa bus itu sampai ada di sana. Yang jelas, backpacker tadi menjadikan bus itu sebagai tempat tinggal dia selama di sana. Sebagai tempat untuk berlindung dari dingin, binatang, dan hal lainnya... dia menjadikan bus itu rumah dia di sana... Dia menulis semacam puisi di sebuah papan kayu... di bagian bawah puisi dia menulis namanya... Alexander Supertramp...
Dan film pun beranjak ke 2 tahun sebelumnya... dimana Universitas Emory tengah mengadakan upacara wisuda untuk para lulusannya.... dan Christopher McCandless adalah salah satu lulusan terbaik dari universitas itu... dilanjutkan dengan perayaan keluarga McCandless dengan makan di restoran... Di mana mereka terlibat sedikit perdebatan... dilanjutkan kembali dengan Christopher McCandless yang akhirnya membuang segala macam barang yang dia miliki, menyumbangkan semua tabungan pendidikannya, memotong semua kartu yang dia miliki, dan meninggalkan tempat tinggalnya menuju alaska... Dia pergi hanya membawa pakaian dan buku-buku dia yang merupakan harta terbesar baginya.... Dan cerita pun berlanjut....
Dalam perjalanannya, Christopher McCandless membuang namanya sendiri... Dia menggunakan nama buatan dirinya sendiri... yaitu Alexander Supertramp... Di bertemu dengan pasangan hippies yang sedang dalam perjalanan, seorang petani amerika yang memberi dia pekerjaan, pasangan dari eropa yang "gila" (membuka begitu saja bajunya di depan orang asing.. apa gak gila tuh namanya? :D), seorang anak gadis yang menyukai dia dan seorang pensiunan angkatan darat yang menunjukkan sikap ayah ke Christopher McCandless.... Sebenarnya banyak orang yang bertemu dengan McCandless... Berhubung McCandless adalah orang yang bisa dengan mudah berteman dengan orang asing, maka banyak orang yang menyukainya.... Akan tetapi, film lumayan terfokus ke beberapa orang yang aku sebutkan tadi....
Christopher adalah orang yang sangat suka buku... dalam film ini, dia sering mengutip beberapa buku... bahkan beberapa tindakannya didasari dari bacaan buku yang sedang dia baca saat itu... di film ini juga, dia sering sekali terlihat membaca buku hampir di semua waktu dimana dia senggang...
Film ini menggunakan alur maju mundur dalam bercerita... dan itu, terus terang, sangat efektif.... Film ini sendiri membagi dirinya dalam beberapa babak yang tiap babaknya akan ada tulisan seakan-akan kita sedang memasuki bab baru dalam 1 buku... Di dalam film ini juga, akan ada 2 narasi yang sering mengiringi tontonan kita.... pertama adalah narasi dari Carine McCandless yang menceritakan tentang kakaknya.... dan yang kedua adalah narasi dari Christopher McCandles sendiri....
Overall... Film ini sangat amat recomended buat di tonton... Sebuah film tentang petualangan seorang anak manusia menguji dirinya sendiri dan pada saat yang bersamaan mencari jati diri-nya....
Act Emile Hirsch di film ini juga sangat amat mantab... Jika dapat terus beracting seperti ini, mungkin saja dia bakal jadi salah satu actor ternama di kemudian hari....
Aku kutip langsung semacam puisi yang di tulis oleh Christopher McCandless di awal film itu :
So now, after two rambling years
come the final and greatest adventure.
the climactic battle to kill the false being within
and victoriously conclude the spiritual revolution.
no longer to be poisoned by civilization, he flees,
and walks alone upon the land to become lost in the wild.
Alexander Supertramp
May 1992
That's it for this one... Kalau aku tulis lebih banyak lagi, aku akan semakin tidak tahan untuk menulis spoiler-spoiler....
Sean Penn and Emile Hirsch... You guys rocks!!
oh iya, film ini di angkat dari kisah nyata Christopher McCandless... dari buku yang di bikin oleh John Krakauer...
nb. silakan di liat juga reviewnya om fanabis yang ok abis... *hey, that's rime...*
review om fanabis ada di sini
Beck…
Beck adalah sebuah manga dan anime dari Harold Sakuishi sensei.. Inti dari manga dan anime ini adalah musik.... Walaupun kecenderungan musik yang dibahas di dalamnya adalah musik pop sampai ke musik punk alternatif... sedikit rap juga ada...
Cerita ini dimulai dari Koyuki yang masih SMP dan masih dalam tahap mencari jati diri. Dia adalah seorang anak biasa yang tidak punya ketertarikan akan apapun... Sampai akhirnya dia bertemu dengan seekor anjing dengan banyak jahitan di badan dan wajahnya, yang sedang di usilin oleh anak2 kecil di jalan. Dia pun mengusir anak2 kecil tadi. Pemilik anjing tadi bernama Ryusuke Minami. Karena salah paham, Ryusuke mengira bahwa yang mengusilin anjing miliknya tadi adalah Koyuki. Dan Ryusuke sedikit mengintimidasi Koyuki. Koyuki yang takut pun lari... Sampai kemudian, ketika dia bertemu kembali dengan Ryusuke di sebuah bar. Dan kesalahpahaman ternyata sudah di ketahui oleh Ryusuke. Dan akhirnya mereka berteman. Lewat Ryusuke inilah, Koyuki mulai mengenal musik dan mulai belajar bermain gitar... Cerita pun berlanjut sampai mereka berdua ditambah dengan 2 orang personil lagi, yaitu Taira (bass) dan Chiba (vocal), bersama membentuk sebuah band yang di beri nama sama dengan nama anjing tadi sebelumnya, yaitu BECK. Dan cerita pun berlanjut.....
Penceritaan manga ini cenderung ke arah humor. Banyak sekali lelucon2 yang ada di dalamnya. Dan sepertinya Harold Sakuishi sensei adalah seorang penggemar berat wrestling... Sebab banyak sekali lelucon yang divisualisasi dengan gerakan2 wrestling ataupun dengan muncul sekilas karakter numpang lewat dengan topeng khas WWF...
Dan walaupun bercerita seputar musik, ternyata Harold Sakuishi sensei juga memasukkan kisah tentang mafia dan semacamnya... Hal ini terkait dengan masa lalu Ryusuke Minami... yang sedikit... gelap *kalimat terakhir diucapkan dengan menggunakan intonasi pembaca acara "silet"*
Berbeda dengan desperado, cerita di dalam beck lumayan panjang dan ada banyak bumbu... seperti hubungan Koyuki dengan adiknya Ryusuke, konflik antar personel di dalam band, urusan dengan record label, dan banyak hal-hal lainnya.
Yang patut di acungin jempol adalah kemampuan visualisasi musik dari Harold Sakuishi sensei dan team... Mereka bisa membuat anime Beck ini disertai dengan lagu2 yang memang sangat top... Pertama aku rada pesimis tau nih manga dibikin animenya... Soalnya bahasa tulisan dengan lagu sangat berbeda jauh menurutku... ternyata Harold Sakuishi dan team bisa menghandlenya... sep lah pokoknya hasilnya :D...
Jika kamu termasuk orang yang suka musik dan cerita lucu, gak rugi buat baca atau nonton nih manga dan anime... seriously... lagian nih manga en anime sudah lumayan populer juga kok
heheheheh Di indonesia, manga ini masuk dalam Shonen Magz dan juga ada tankoubon(buku) sendiri yang terpisah dari Shonen Magz tadi.
BTW, post ini adalah atas request Teddy, salah satu dari sekian musisi indonesia yang sangat berbakat... go get them ted
Babi buta yang ingin terbang…
Adalah judul sebuah film indonesia yang aku tunggu2
Pertama kali lihat di Jiffest yang minta ampun jauhnya dari halte busway ancol buat jalan kaki ke sana *sedikit emosi*...
Sepertinya film ini membahas tentang rasis terhadap warga keturunan di indonesia
semoga tidak mengecewakan... tahun lalu, ketika mengakses websitenya di babibuta.com masih berstatuskan coming soon... Entah sejak kapan sudah dimaintain ternyata sekarang... Tapi melirik ke blognya di sini... ternyata ada log dari tahun lalu.... ah entahlah... tapi yang jelas ini film indonesia yang lumayan aku tunggu
Salah satu alasan yang bikin aku pengen nonton, ada Ladya Cheryl yang berperan disini
hehehehehe.....
Kemaren sempat lihat di Jiffest... ada stand yang memutar semacam trailernya... waktu itu aku sama temanku nonton... walaupun ternyata pas kami masuk tuh trailer sudah hampir selesai dan para penonton tiba2 berdiri dan beranjak keluar... buset dah... Tapi untung panitia pengertian dan mereka memutarkan kembali dari awal khusus untuk kami berdua... *ooOOH.. co cweeettt :p* Terus terang, trailernya lumayan menggoda aku buat nunggu nih film... cerita tentang seorang warga keturunan yang menghadapi hidup di indonesia... oh iya.. semoga tidak terlalu hiperbola juga...
Silakan pantengin website mereka jika ingin tau lebih lanjut
website mereka ada di sini nih..

Nb. Aku belum tau ya ini film udah beredar apa blm... ada yang punya info? Aku bikin post ini karena kebetulan situsnya dah ada containnya...
Jumper (Movie)…
Wah wah... gak nyangka kalo nih film bakal secepat ini diputer di Yogya... padahal akupikir bakal lama nih film masuk ke 21 yogya... sengaja aku tunggu biar nonton di bioskop... soalnya termasuk film yang aku tunggu2
Ada beberapa alasan aku pengen nonton film ini, 2 di antarnya :
1. Teleport animation...
Inget Nightcrawler dari X-Men? Muncul di filmnya sih cuma di X-Men 2... Waktu aku liat visualisasi teleport dia di X-2, wih... aku berharap ada film lain yang bertitik berat di teleportasi seperti yang nighcrawler lakukan. Animasi yang dilakukan saat ini harusnya kan mumpuni buat bikin film kayak gini
toh nighcrawler di X-2 sudah mantab... tambah selang waktu beberapa tahun kan harusnya teknologinya sangat mendukung
2. Places places places....
Teleportasi membuka pintu buat nih film ke gerbang satu lagi yang ingin aku liat... tempat tempat unik yang tersebar di seluruh dunia, liat dari promonya sih ada di mesir.. waktu itu aku pikir, well, tidak menutup kemungkinan tempat lain yang akan muncul kan? beside, tag filmnya kan
anywhere is possible
Anyway, film ini gak bisa dibilang bagus amat sih.. Tapi lumayan lah... Setting di mulai dengan David Rice (diperankan oleh Hayden Christensen) yang sedang berjemur di atas kepala sphinx. Diiringi narasi kalau dia baru dari pergi ke tempat2 yang tersebar di seluruh dunia, dan itu dilakukannya dalam 1 hari dan selesai sebelum makan siang. Dan dia pun menceritakan tentang pertama kali dia sadar dia mampu melakukan teleport. David Rice yang lagi duduk di bangku sekolah adalah seorang yang *dia sendiri yang bilang* pecundang, dia tidak punya teman dan menaruh hati *halah.. bahasanya :p* terhadap Millie (diperankan oleh Rachel Bilson). Di masa sekolah ini dia pertama kali mengalami teleport tadi. Dia melakukannya pertama kali ketika jatuh ke kolam es ketika berusaha mengambil snow globe ke kolam es yang telah membeku, tetapi lapisannya tipis. Dia pun terjatuh, di ambang hidup mati tadi, tiba2 dia ter teleport ke perpustakaan... teman2nya menyangka dia telah mati, dan David Rice muda ini memutuskan untuk membiarkan seperti itu. Dia ingin pergi dari kehidupannya yang lama dan memulai hidup baru di kota lain sambil menikmati kemampuan teleport dia ke mana saja, berbuat apa saja, dan yang paling penting... tanpa perlu mengetuk pintu apapun...
Tapi ternyata kemampuan teleport ini tidak dimiliki David Rice sendiri, ada banyak yang mampu melakukannya (well, dalam film cuma muncul 3 sih), dan mereka di sebut dengan nama "Jumper" *mengingatkan akan sliders ga sih? :p* . Selayaknya yin dan yang, good and bad, malam dan siang, para jumper itu tadi memiliki lawan yang selalu memburunya. mereka memanggil diri mereka sendiri sebagai "Palladin". Para palladin ini bertujuan untuk membunuh semua jumper yang ada dengan alasan bahwa kemampuan jumper ini harusnya dimiliki oleh tuhan saja *ini disimpulkan dari ucapan yang berulang kali di keluarkan oleh Roland Cox (diperankan oleh Samuel L Jackson), salah satu pemimpin group dari Palladin ini*. Seiring dengan perjumpaan David Rice dengan para palladin ini, diapun bertemu dengan jumper lain bernama Grifin (diperankan oleh Jamie Bell) yang punya dendam pribadi terhadap para palladin, khususnya Roland Cox.
Dan cerita pun bergulir.... David Rice, jumper yang masih terobsesi dengan Millie, Griffin, jumper yang punya dendam pribadi terhadap para palladin, Millie yang punya mimpi untuk keliling dunia, Roland Cox yang memburu para jumper whatever the cost is.....
Film yang lumayan bagus... walaupun bisa dibilang kurang maksimal sih...
Ada beberapa hal yang menurutku rada kurang memuaskan... :
- Ada banyak jumper di dunia, tapi di film cuma muncul 3 orang jumper....
- tidak ada penjelasan, bagaimana asal muasal kemampuan teleport ini.
- kurang banyak tempatnyaaaaa..... padahal itu salah satu hal yang menarik perhatianku... aku pikir bakal banyak banget tempat2 dari seluruh dunia yang dikunjungin...
- konfliknya terlalu sedikit... kenapa juga hanya 88 menit filmnya *lirik ke situs 21*? harusnya di tambah tuh durasinya.. belum puas lihat jumps-nya
- Ending yang kurang greget... kayaknya sih sengaja.. tipikal film sekarang... open for sequel... *sigh*..
Anyway, overall film yang lumayan kok, walaupun ada perasaan nanggung
gak rugi kalo mau nonton
nb. Film ini adalah adaptasi dari novel dengan judul sama karangan Steven Gould.
nb lagi. Walaupun adaptasi, ternyata lumayan banyak perbedaan antara novel dan filmnya.
update : buat penyeimbang... coba liat post pak kw di sini.... Mantab

lagi ngantuk kali ya pas liat...
lah beneran kok, aku ga pernah...


