Edo Datum a blog of a simply lazy boy…. ^_^

14Jan/098

Short Program…

short program volume 3 cover

Short Program adalah kumpulan manga pendek dari Adachi Misturu-sensei .
Adachi Mitsuru mungkin lebih terkenal di indonesia dengan karyanya "H2" ataupun "Katsu".  Generasi yang lebih tua lagi kemungkinan besar kenal dengan yang judulnya "Natane".  Gaya penceritaan Adachi Mitsuru unik menurutku, dia bisa menceritakan beberapa panel manga tanpa kata2 tapi bisa mengena di pembacanya.  The picture say more than the words. Dan dialog2 yang di omongkan oleh tokoh2 yang ada seringkali pendek dan sederhana, tapi benar2 mengena.  Dengan kata lain, keren :D  Gambar tokoh yang di bikin oleh Adachi Mitsuru terkesan sekilas mirip dengan serial cantik.  Tapi kalau di perhatikan lagi, akan terlihat bedanya.  Lebih keren yang di bikin Adachi Mitsuru menurutku :D heheheheh.

Di Short Program ini, kita bisa liat cerita-cerita yang unik. Ada cerita tentang orang yang suka ama orang lain tapi mereka belum bertukar sapa sama sekali, dia hanya terus menerus melewati jalan yang sama pada jam yang sama tiap harinya agar bisa bertemu berpapasan dengan si cewek.  Ada juga cerita soal ayah dan anak yang lagi menunggu di kafe, dan mereka sedang menunggu mantan istrinya datang untuk makan siang dengan mereka.  Si ayah bertanya kenapa si anak tidak minum susu sodanya, padahal dia kan suka dengan susu soda.  Si anak menjawab "aku bukannya suka minum susu soda biasa, aku sukanya minum susu soda dengan ayah dan ibu".  Ayahnya pun merespon "Perkataanmu membuat orang tua mau menangis saja...".  Dan mereka berdialog itu seakan2 datar... tapi entah kenapa, sangat pas.  Benar2 pas. (btw, itu dialog cuma seingatku doank... bukunya lagi g aku pegang nih, jadi blm tentu persis. Tapi intinya gitu deh :p )

Short Program yang beredar baru 3 volume.  Di volume 1 & 2 penceritaan adachi mitsuru terkesan santai, humoris, dan sangat menyenangkan.  Di volume 3 entah kenapa terdapat kesan yang sedikit berbeda dengan volume sebelumnya.  Memang masih ada kesan santai, humoris dan menyenangkan itu... Tapi ada beberapa cerita yang "gelap" dan serius... Bahkan tidak ada humor sama sekali di cerita2 itu.  Benar2 seperti orang lain yang membikinnya.  Tapi memang bagus... hanya saja berbeda dengan cerita2 lainnya dari Adachi Mitsuru.

Anyway, di Indonesia sendiri 3-3nya sudah beredar di sini.  Dan penerjemahannya juga lumayan bagus menurutku.  Salut buat yang nerjemahin. Silakan menuju persewaan atau toko buku terdekat :D

nb. ini ada link yang nyantumin cerita pertama dari Short Program vol 3.  Tapi masih raw, alias belum di terjemahin :D Monggo di preview kalo mau :D ada di sini.

nb lg.  Sebelumnya cuma ada 2 buku aja yang beredar di sini, kebetulan kemaren pas ke toko buku aq liat ada yang volume 3.  Beruntung eui.  Liat di wiki, amerika atau eropa aja blm ada :D

15Dec/0810

Extremely Loud and Incredibly Close

Sebuah Novel dari Jonathan Safran Foer.

Extremely Loud and Incredibly Close terbagi menjadi beberapa cerita yang di narasikan oleh beberapa orang.

  • ada narasi dari Oskar Schell, anak dari Thomas Schell yang meninggal di peristiwa 9/11. Kebanyakan narasi ini berupa cerita langsung dari dia.
  • ada narasi dari kakek biologis Oskar Schell, kebanyakan narasinya berupa surat yang di tujukan kepada anaknya.
  • ada narasi dari nenek biologis Oskar Schell, kebanyakan narasinya berupa cerita dan surat yang di tujukan kepada cucunya, si Oskar Schell tadi.

Inti ceritanya lebih kepada pencarian jati diri seorang anak muda yang di tinggal meninggal oleh ayahnya di peristiwa 9/11, perjalanan sepasang kekasih yang mencintai-dan-tidak-mencintai (baca novelnya, dan mungkin kamu mengerti maksud kalimat tadi :p ), dan tentang menebus kesalahan di masa lalu.  Terdengar klise? Mungkin, tapi cerita ini dikupas dari cara yang unik dan berbeda, sehingga membuat cerita yang sama sekali berbeda dari biasanya.

Jonathan Safran Foer menulis novelnya dengan cara yang berbeda dari novel biasa.  Mulai dari penggunaan foto dan gambar sampai dengan permainan-halaman-yang-apik  yang di gunakan sebagai pelengkap visualisasi atau malah jadi semacam penerus cerita tanpa tulisan lainnya.  Terkadang kita mendapat coretan-coretan tidak jelas, seakan-akan di coret oleh orang yang membaca sebelum kita, tapi itu cara dia menulis novel.  Salah satu karakter di novel itu di ceritakan memiliki kebiasaan untuk memberi petunjuk kepada anaknya dengan memberikan coretan di beberapa bagian tertentu di sebuah kolom di koran yang di bacanya.  Dan hal itu di lakukan di bab berikutnya.  Bab tersebut bisa di bilang memiliki 2 cerita, satu cerita yang di tulis, satu lagi cerita yang bisa kita rangkai dari kata2 yang di beri tanda coretan tadi.

Ada satu bagian di mana salah satu tokoh ingin menulis seluruh perasaan yang dia rasakan ke dalam ketikan surat yang di tujukan ke anaknya.  Dan dia kehabisan kertas,  kemudian dia mengetik surat itu tadi dengan menumpuk bagian yang tidak cukup tadi ke bagian sebelumnya, sehingga sebagian besar surat tersebut tidak bisa di baca.  Sekilas kita yang melihat halaman tersebut, kita akan merasa bahwa ini kesalahan cetak.  Aku sendiri sempat merasa seperti itu, tapi setelah browsing, cari info, ternyata itu bukan kesalahan cetak.  Melainkan berupa visualisasi dari bentuk surat yang di tumpuk karena si tokoh tadi sedang kehabisan kertas dan dia tidak mau menunggu lagi untuk menulis yang dia rasa.

Terkadang juga kita di berikan beberapa halaman kosong yang berurutan, sekali lagi bisa membuat kita merasa bahwa ini kesalahan cetak, tapi jika kita mengikuti novelnya, kita bakal mengerti apa yang di maksud ketika sampai pada halaman itu.  Dan cara penulisan novel yang berbeda dari biasanya ini di paparkan dengan sangat baik oleh Jonathan Safran Foer.  Mungkin ada peranan sang istri juga di sana.  Sebab istri Jonathan Safran Foer, Nicole Krauss, juga merupakan penulis novel dengan gaya yang sama.  Nice happy couple eh? *ucapkan dengan intonasi yang menandakan rasa iri*  :D

Mungkin yang sedikit rada mengganggu adalah cerita yang ada sedikit terlalu panjang, sehingga ada kemungkinan orang akan menjadi sedikit jenuh di tengah jalan.  Tapi secara keseluruhan, worth to read novel ini. :)

nb.  sepertinya novel ini akan susah untuk di terjemahkan ke bahasa lain, sebab novel ini lumayan kental visualisasinya (seperti coretan tadi), sehingga ketika di terjemahkan, ada kemungkinan arti sebenarnya akan bergeser.

nb 2. Judul novel ini di ambil dari salah satu bab novel ini, di mana Oskar Schell sedang marah terhadap seseorang dan dia berteriak ke orang itu, Oskar Schell berkata bahwa ketika dia berteriak ke orang tersebut suara dia "Exteremely Loud" dan wajah dia dengan orang tersebut "Incredibly Close"... Thus.. Extremely Loud and Incredibly Close...

Filed under: Resensi Buku 10 Comments
24Feb/0820

Beck…

BeckBeck adalah sebuah manga dan anime dari Harold Sakuishi sensei.. Inti dari manga dan anime ini adalah musik.... Walaupun kecenderungan musik yang dibahas di dalamnya adalah musik pop sampai ke musik punk alternatif... sedikit rap juga ada...

Cerita ini dimulai dari Koyuki yang masih SMP dan masih dalam tahap mencari jati diri. Dia adalah seorang anak biasa yang tidak punya ketertarikan akan apapun... Sampai akhirnya dia bertemu dengan seekor anjing dengan banyak jahitan di badan dan wajahnya, yang sedang di usilin oleh anak2 kecil di jalan. Dia pun mengusir anak2 kecil tadi. Pemilik anjing tadi bernama Ryusuke Minami. Karena salah paham, Ryusuke mengira bahwa yang mengusilin anjing miliknya tadi adalah Koyuki. Dan Ryusuke sedikit mengintimidasi Koyuki. Koyuki yang takut pun lari... Sampai kemudian, ketika dia bertemu kembali dengan Ryusuke di sebuah bar. Dan kesalahpahaman ternyata sudah di ketahui oleh Ryusuke. Dan akhirnya mereka berteman. Lewat Ryusuke inilah, Koyuki mulai mengenal musik dan mulai belajar bermain gitar... Cerita pun berlanjut sampai mereka berdua ditambah dengan 2 orang personil lagi, yaitu Taira (bass) dan Chiba (vocal), bersama membentuk sebuah band yang di beri nama sama dengan nama anjing tadi sebelumnya, yaitu BECK. Dan cerita pun berlanjut.....

Penceritaan manga ini cenderung ke arah humor. Banyak sekali lelucon2 yang ada di dalamnya. Dan sepertinya Harold Sakuishi sensei adalah seorang penggemar berat wrestling... Sebab banyak sekali lelucon yang divisualisasi dengan gerakan2 wrestling ataupun dengan muncul sekilas karakter numpang lewat dengan topeng khas WWF... :D Dan walaupun bercerita seputar musik, ternyata Harold Sakuishi sensei juga memasukkan kisah tentang mafia dan semacamnya... Hal ini terkait dengan masa lalu Ryusuke Minami... yang sedikit... gelap *kalimat terakhir diucapkan dengan menggunakan intonasi pembaca acara "silet"* ;))

Berbeda dengan desperado, cerita di dalam beck lumayan panjang dan ada banyak bumbu... seperti hubungan Koyuki dengan adiknya Ryusuke, konflik antar personel di dalam band, urusan dengan record label, dan banyak hal-hal lainnya.

Yang patut di acungin jempol adalah kemampuan visualisasi musik dari Harold Sakuishi sensei dan team... Mereka bisa membuat anime Beck ini disertai dengan lagu2 yang memang sangat top... Pertama aku rada pesimis tau nih manga dibikin animenya... Soalnya bahasa tulisan dengan lagu sangat berbeda jauh menurutku... ternyata Harold Sakuishi dan team bisa menghandlenya... sep lah pokoknya hasilnya :D...

Jika kamu termasuk orang yang suka musik dan cerita lucu, gak rugi buat baca atau nonton nih manga dan anime... seriously... lagian nih manga en anime sudah lumayan populer juga kok :D heheheheh Di indonesia, manga ini masuk dalam Shonen Magz dan juga ada tankoubon(buku) sendiri yang terpisah dari Shonen Magz tadi.

BTW, post ini adalah atas request Teddy, salah satu dari sekian musisi indonesia yang sangat berbakat... go get them ted :D

9Feb/0820

Planetes…

planetes....

Sebuah manga dan anime dari Makoto Yukimura... Planetes....

Sebelumnya aku lihat cover manga ini, lengkap dengan tagline dari judul bahasa indonesianya yang berbunyi:

jelajah ruang hampa

langsung terfikirkan bahwa manga ini akan berfokus di perjalanan atau petualangan menyusuri luar angkasa... astronot gitu... well.. gak sepenuhnya salah sih... tapi ternyata luar angkasa di sini cuma menjadi latar belakang... fokus yang ditekankan justru pada kehidupan para tokoh utama....

Cerita planetes ini berkisar di kehidupan para crew DS-12, sebuah pesawat luar angkasa yang berfungsi untuk mengumpulkan space debris. Para crew dan DS-12 ini tergabung dalam bagian debris dari perusahaan technora corporation. Walaupun crew bagian debris ini ada banyak (um... g lebih dari 10 dink :p), tapi cerita lebih banyak terfokus pada Hachirota Hoshino, Ai Tanabe, Fee Carmichael, dan Yuri Mihairokov... Bahkan, cerita Yuri adalah cerita pertama di manga. Dan hal itu sempat membuat aq berfikir bahwa Yuri adalah tokoh utama cerita ini.. ternyata Hachirota :D

Cerita planetes sendiri lebih bertitik berat di kehidupan manusia... Hachirota di dalam cerita ini mengalami kebimbangan, kemarahan, kesepian dan macam2 lainnya... pendek kata, dia mengalami hidup :p penuturan yang di lakukan di cerita ini juga pas banget... Ada kalanya Hachirota mengalami kebimbangan dalam diri, dan kebimbangan itu terkadang di visualisasikan dengan bayangan dirinya sendiri yang akan mengkonfrontasinya...

Aku quote langsung dari wikipedia soal tema yang di bawa oleh cerita ini :

The themes in Planetes are philosophical, societal, and political in nature.

  • The theme most prevalent within the plot is the relationship between space, humanity, and the individual. Hachimaki struggles throughout the story with his own relationship with space and consequently, other people. Meanwhile, the terrorist group, the Space Defence Front's view of humanity's relationship with space is the driving force through much of the story.
  • Existential dread (or angst) and the characters' response to it is an important part to their characterization. The characters' response to angst, particularly the protagonist Hachimaki, becomes a source of both internal and external conflict throughout the story.
  • Both the manga and the anime criticize artificial divisions, including political divisions within humanity, as well as divisions between nations, individuals, and class divisions.
  • In the anime, several characters were introduced in order to add its criticism of salaryman culture. Some of these characters are portrayed only to seek to climb the corporate ladder, however unlikely it may be. This fact makes several characters lose sight of the importance of their job, however lowly others might see it. At the same time, several characters are introduced who seek to work within the system in order to make a difference.
  • More generally, the series examines the difference between greed and ambition. The purpose and consequences of space exploration are seen both as they relate to humanity as a whole, and how they relate to the Hoshino family in particular. For humanity, space exploration holds the promise of increased wealth and prosperity. However, as the most wealthy nations are the only ones that can develop space, they are the only ones who end up reaping the benefits. Similarly, the protagonist, Hachirota Hoshino, initially wants to go faster and farther than he ever has before, yet as a result he nearly destroys both himself, and his relationships with others. Hachi's father, Goro Hoshino, is also caught between the two, having spent many years away from his wife and children so that he could explore space. Lastly, Hachi's younger brother, Kyutaro Hoshino, is obsessed with building rockets, either to make a name for himself, to upstage his brother, or to gain more attention and respect from his family, even if this occasionally results in putting their lives in danger when one of his rockets flies out of control.

Karakter2 di dalam cerita ini juga pas banget... Hachirota yang berkarakter kasar, dan sedikit kaku, di gabung dengan karakter Ai yang periang, supel, ditambah lagi dengan karakter Yuri yang pendiam, dan Fee yang berjiwa pemimpin dan sangat amat tergila-gila dengan yang namanya rokok... :D

Ada satu chapter, Hachirota yang sudah sukses meraih salah satu hal yang diinginkannya... akan tetapi dia merasa kosong... senang enggak, sedih enggak, datar... benar2 datar... dia juga bingung dengan keadaannya.... akhirnya dia memutuskan untuk bertamasya melihat bintang di permukaan bulan seorang diri.... dan diapun bengong selama 1 minggu berfikir en merenung tentang hidupnya... sampai akhirnya temannya yang cemas pun menjemput dia... dan teman dia itu menyuruh dia untuk pulang... dan pada bagian ini lah.. muncul bagian perkataan hachirota yang aq quote di post sebelumnya...

"pulang?…
ke mana?…
bagaimana?…"

dan chapter bagian itu selesai dengan dia memandang langit sambil begumam "bagaimana?".... nice touch... standing applause buat Makoto Yukimura sensei :D heheheheh

Kalo di baca dari tadi, mungkin bakal terfikir kalo ini cerita yang serius, berat en gelap. Well, pemaparannya dibumbui dengan banyak lelucon2 loh. Jadi walaupun ceritanya lumayan serius menurutku, tapi g bakal ngantuk deh. Soalnya jatuhnya malah mirip cerita humor :D serius deh... bacanya asik banget, ngalir, ketawa2.. tapi pesan di dalamnya berat... sip lah pokoknya :D

Untuk penggambarannya masa depan yang di ceritakan juga masuk akal sekali... terutama baju luar angkasa dan pesawat luar angkasanya... sungguh masuk akal. Tidak ada hal yang berlebihan. Dan juga penggambaran penyakit yang di derita para astronot karena terlalu sering berinteraksi dengan keadaan di luar atmosfer. Tampaknya Makoto Yukimura sensei banyak melakukan riset soal ini. Just my guess :p

Anyway, udah terlalu panjang kayaknya post-ku kali ini. Aku cukupkan di sini aja deh :)

nb. Manga ini keluar pada tahun 2003 di indonesia dengan judul yang sama. Dan animenya keluar pada tahun 2005. Entah kenapa, manga dan anime ini tidak terlalu booming di indonesia... mungkin perlu karakter cewek yang seksi en imut atau bumbu cerita yang rada erotic untuk suatu cerita yang bagus biar bisa jadi booming di sini. *sinis mode : ON* ;))

nb lg. Manga ini di indonesia cuma di terjemahkan ampe volume 3. Padahal di Jepang sana, ada 2 volume lagi yang beredar, yaitu volume 4A dan volume 4B.

12Jan/0826

The History of Love…

the history of love...

Beberapa bulan yang lalu sempet beli buku ini... Judulnya menarik bagiku... "The History of Love"sebuah novel yang menarik dari Nicole Krauss... Dan ini adalah novel keduanya...

Buku ini bercerita tentang beberapa hal....

  • Tentang sebuah buku novel berjudul "The History of Love"
  • Seorang lelaki tua bernama Leopold Gursky yang tak bisa melupakan gadis yang dicintainya dan perasaan cinta terhadap gadis itu sendiri....
  • Seorang gadis bernama Alma Singer...

Nicole Krauss bercerita dalam buku ini dengan gaya bahasa yang unik.... Setiap bagian memiliki porsi yang seimbang...

Pada satu bagian, akan terdapat narasi dari Leopold Gursky tentang keadaan dia yang bekerja sebagai tukang kunci dan sudah tidak memiliki sanak saudara maupun teman lagi, kecuali teman dari masa kecilnya yang tinggal di kamar di apartemen tepat di atas lantainya...

Pada bagian lainnya, Alma akan bercerita tentang dirinya. Cara pemaparan tentang Alma pun sangat menarik.... Alma akan bercerita dalam beberapa bagian.. dan tiap bagian akan diberi nomor dan judul... dan kemudian akan tiap bagian akan ada beberapa paragraf dimana Alma bercerita....

Buku History of Love di dalam novel ini mendapat porsi cerita yang lumayan juga... pada awalnya akan hanya diceritakan tentang perjalanan sebuah edisi dari buku ini yang akhirnya jatuh ke tangan seorang pemuda, yang akan menyerahkan buku ini ke gadis yang dia sukai.. yang kemudian menjadi istrinya.... Tapi semakin ke akhir, akan di paparkan sedikit demi sedikit isi dari buku tersebut... entah kenapa buku yang punya peranan penting di dalam novel ini punya judul yang sama dengan judul novelnya... ini kan mempersulit mereka yang mo bikin resensi... gemana sih? :P hehehehehe

Dari awal sampai akhir akan di ceritakan tentang masing2 pihak.... Leo Grusky yang merasa tinggal menunggu ajal dan sebatang kara... Alma yang sedang berusaha mencarikan jodoh buat ibunya sebab ayahnya sudah meninggal... Perjalanan sebuah buku "History of Love" yang akhirnya akan sampai ke tangan ibunya alma...

Pada awalnya, ke 3 hal tersebut seakan-akan tidak mungkin dapat menjadi satu. Seakan-akan buku ini hanya akan bercerita tentang masing2 pihak secara sendiri dan akan terus begitu sampai akhir... Akan tetapi, pada bagian akhir, Nicole Krauss menyatukan semuanya menjadi satu dan membikin akhir yang amat sangat bagus.... Sentuhan akhirnya juga bagus banget... dia menuliskan dari sisi Leopold Gursky pada satu halaman, dan kemudian menuliskan dari sisi Alma pada halaman berikutnya... begitu seterusnya sampai mencapai satu ending yang... keren... Keluar dari pakem penulisan yang biasa...

Sebuah cerita tentang orang tua yang merasa sebatang kara, seorang anak yang ingin mencarikan jodoh buat ibunya, dan sebuah buku berjudul "The history of Love" yang mempengaruhi hidup mereka... sangat mempengaruhi hidup mereka dan beberapa orang lainnya.....

Novel yang sangat amat aku rekomendasikan....

Terakhir, aq quote bagian akhir dari novel ini... tenang.. g ada spoiler kok :D ini adalah sebuah karangan Leopolod Gursky yang menceritakan tentang kematian dia sendiri... *berhubung dari kemaren2 post pasti banyak yang protes kalo pake bhs inggris, ini aq quote 2-2nya deh.. :p

Kematian Leopold Gursky

Leopold Gursky mulai sekarat pada tanggal 18 Agustus 1920
Dia mati saat belajar berjalan.
Dia mati saatberdiri di depan papan tulis.
Dan pernah juga ketika membawa nampan berat.
Dia mati saat berlatih membuat tanda tangan baru.
Membuka jendela.
Membersihkan alat vitalnya di kamar mandi.

Dia mati seorang diri, karena dia terlalu malu menelepon siapapun.
Atau dia mati sambil memikirkan Alma.
Atau saat dia tak mau memikirkannya.

Sungguh, tak banyak yang bisa di ucapkan.
Dia pengarang hebat.
Dia jatuh cinta.
Itulah keseluruhan hidupnya.

bagus kan? :D

ini versi inggrisnya :

The Death of Leopold Gursky

Leopold Gursky started dying on August 18, 1920
He died learning to walk.
He died standing at the blackboard.
And once, also, carrying a heavy tray.
He died practicing a new way to sign his name.
Opening a window.
Washing his genitals in the bath.

He died alone, because he was too embarrassed to phone anyone.
Or he died thinking about Alma.
Or when he chose not to.

Really, there isn’t much to say.
He was a great writer.
He fell in love.
It was his life.

well, puisi ini membuat aku lumayan terdiam setelah membacanya... dia penulis yang hebat dan dia jatuh cinta... itu adalah keseluruhan hidupnya... :-|

nb. ini kalo g salah novel tahun 2005 dan di terbitkan gramedia pada tahun 2006. Aku sendiri baru baca akhir tahun lalu...
nb2. Tau film "Everything is Illuminated"? Film itu diangkat dari novel dengan judul yang sama. Aku lumayan nangkep atmosfer yang sama antara buku ini dengan novel Everything is Illuminated... And guess what? ternyata pengarang Everything is Illuminated, yaitu Jonathan Safran Foer adalah suami dari Nicole Krauss yang mengarang The History of Love ini.... Tampaknya mereka punya pandangan yang sama dalam menulis.... Pantesan mereka nikah :p *alasan yang logis g sih??* hehehehe

Filed under: Resensi Buku 26 Comments

Switch to our mobile site