Ayat-Ayat Cinta…
Ya ya ya... Aku tau sudah basi kali ya...
Tapi aku baru nonton kemaren, itu pun karena di putar di bus yang aku naikin selama 14 jam menempuh perjalanan dari satu kota ke kota yang lain....
Ini bukan review, hanya saja.. aku baru sadar... bahkan untuk sebuah film / novel rohani indonesia yang kental dengan issue agama-nya... ternyata tetap berbau hedonis... kaya... kaya... dan kaya... duuiiiiit... duuuiiit.... *ngomong duitnya pake gaya supporter sepakbola*... Bukan aku berfikir bahwa uang tidak diperlukan... Tapi kenapa hampir semua film indonesia bercerita tentang kehidupan hedonis?
bukankah lebih berkesan kalau ternyata aisyah bukan anak orang kaya dengan warisan yang banyak dan film menceritakan bagaimana mereka berusaha survive ke depannya seiring dengan meningkatnya kebutuhan hidup dan perbedaan kebudayaan yang lumayan kental?
lagi ngantuk kali ya pas liat...
lah beneran kok, aku ga pernah...



May 17th, 2008 - 19:34
aku belum nonton AAC soalnya aku percaya bhw film2 keluaran MD entertainment gak beda sm sinetron harian di tivi, makanya males..cukup baca novelnya aja deh!
May 19th, 2008 - 20:29
haha…akhirnya nntn juga..
aku aja blom2 nntn mas :mrgreen:
May 21st, 2008 - 07:12
kalo kamu mau pilm kayak gitu, mending nonton children of heaven
May 23rd, 2008 - 11:28
@astridsavitri…
Novelnya pun cerita-nya berkesan hedonisme juga mbak
@mZ.anGgIe…
good good… baca novelnya aja kalo gitu
@kay…
Children of heaven? dah pernah ntn… tapi seingatku g ada tuh di dalam film ini cerita ada yang nikah trus berusaha bertahan hidup seiring dengan meningkatnya kebutuhan hidup dan perbedaan kebudayaan yang lumayan kental tuh
May 26th, 2008 - 04:53
kalau aisyah miskin nanti fahri gak bisa ‘ikhlas’ di pelem itu
“aku berusaha untuk ikhlas aisyah,
aku ikhlas kamu lebih kaya dariku
aku ikhlas …. (lanjutin sendiri) ” :mrgreen:
lagipula, fahrinya juga sebenernya miskin kan sampe ortunya jual tanah buat nyekolahin fahri di cairo :mrgreen:
May 26th, 2008 - 13:01
ya jelas hedon mas
orang sutradaranya aja yang terkenal sebagai pembuat pelm-pelm pop
saya juga sebenernya nonton ini felm cuma pengen liat endingnya aja
eh?tapi ternyata dirubah juga
May 26th, 2008 - 23:43
@Nisa…
“aku ikhlas di kasih harta berlimpah..” gitu?
@vieny…
yap, ending yang lumayan berani menurutku
May 28th, 2008 - 14:25
bukan-nya di novel aisyaa ank org kya jg ? (qta ngomongin novel/pilem siy?)
mka-nya menjembatani perbedaan antara miskin dan kaya..
CMIIW dec..
Children of Heaven?
huck2.. aq nangis liat itu..
mpe akhir episode, tetep g bs blie sepatuu..