
Sebuah manga dan anime dari Makoto Yukimura… Planetes….
Sebelumnya aku lihat cover manga ini, lengkap dengan tagline dari judul bahasa indonesianya yang berbunyi:
jelajah ruang hampa
langsung terfikirkan bahwa manga ini akan berfokus di perjalanan atau petualangan menyusuri luar angkasa… astronot gitu… well.. gak sepenuhnya salah sih… tapi ternyata luar angkasa di sini cuma menjadi latar belakang… fokus yang ditekankan justru pada kehidupan para tokoh utama….
Cerita planetes ini berkisar di kehidupan para crew DS-12, sebuah pesawat luar angkasa yang berfungsi untuk mengumpulkan space debris. Para crew dan DS-12 ini tergabung dalam bagian debris dari perusahaan technora corporation. Walaupun crew bagian debris ini ada banyak (um… g lebih dari 10 dink :p), tapi cerita lebih banyak terfokus pada Hachirota Hoshino, Ai Tanabe, Fee Carmichael, dan Yuri Mihairokov… Bahkan, cerita Yuri adalah cerita pertama di manga. Dan hal itu sempat membuat aq berfikir bahwa Yuri adalah tokoh utama cerita ini.. ternyata Hachirota
Cerita planetes sendiri lebih bertitik berat di kehidupan manusia… Hachirota di dalam cerita ini mengalami kebimbangan, kemarahan, kesepian dan macam2 lainnya… pendek kata, dia mengalami hidup
penuturan yang di lakukan di cerita ini juga pas banget… Ada kalanya Hachirota mengalami kebimbangan dalam diri, dan kebimbangan itu terkadang di visualisasikan dengan bayangan dirinya sendiri yang akan mengkonfrontasinya…
Aku quote langsung dari wikipedia soal tema yang di bawa oleh cerita ini :
The themes in Planetes are philosophical, societal, and political in nature.
- The theme most prevalent within the plot is the relationship between space, humanity, and the individual. Hachimaki struggles throughout the story with his own relationship with space and consequently, other people. Meanwhile, the terrorist group, the Space Defence Front’s view of humanity’s relationship with space is the driving force through much of the story.
- Existential dread (or angst) and the characters’ response to it is an important part to their characterization. The characters’ response to angst, particularly the protagonist Hachimaki, becomes a source of both internal and external conflict throughout the story.
- Both the manga and the anime criticize artificial divisions, including political divisions within humanity, as well as divisions between nations, individuals, and class divisions.
- In the anime, several characters were introduced in order to add its criticism of salaryman culture. Some of these characters are portrayed only to seek to climb the corporate ladder, however unlikely it may be. This fact makes several characters lose sight of the importance of their job, however lowly others might see it. At the same time, several characters are introduced who seek to work within the system in order to make a difference.
- More generally, the series examines the difference between greed and ambition. The purpose and consequences of space exploration are seen both as they relate to humanity as a whole, and how they relate to the Hoshino family in particular. For humanity, space exploration holds the promise of increased wealth and prosperity. However, as the most wealthy nations are the only ones that can develop space, they are the only ones who end up reaping the benefits. Similarly, the protagonist, Hachirota Hoshino, initially wants to go faster and farther than he ever has before, yet as a result he nearly destroys both himself, and his relationships with others. Hachi’s father, Goro Hoshino, is also caught between the two, having spent many years away from his wife and children so that he could explore space. Lastly, Hachi’s younger brother, Kyutaro Hoshino, is obsessed with building rockets, either to make a name for himself, to upstage his brother, or to gain more attention and respect from his family, even if this occasionally results in putting their lives in danger when one of his rockets flies out of control.
Karakter2 di dalam cerita ini juga pas banget… Hachirota yang berkarakter kasar, dan sedikit kaku, di gabung dengan karakter Ai yang periang, supel, ditambah lagi dengan karakter Yuri yang pendiam, dan Fee yang berjiwa pemimpin dan sangat amat tergila-gila dengan yang namanya rokok…
Ada satu chapter, Hachirota yang sudah sukses meraih salah satu hal yang diinginkannya… akan tetapi dia merasa kosong… senang enggak, sedih enggak, datar… benar2 datar… dia juga bingung dengan keadaannya…. akhirnya dia memutuskan untuk bertamasya melihat bintang di permukaan bulan seorang diri…. dan diapun bengong selama 1 minggu berfikir en merenung tentang hidupnya… sampai akhirnya temannya yang cemas pun menjemput dia… dan teman dia itu menyuruh dia untuk pulang… dan pada bagian ini lah.. muncul bagian perkataan hachirota yang aq quote di post sebelumnya…
“pulang?…
ke mana?…
bagaimana?…”
dan chapter bagian itu selesai dengan dia memandang langit sambil begumam “bagaimana?”…. nice touch… standing applause buat Makoto Yukimura sensei
heheheheh
Kalo di baca dari tadi, mungkin bakal terfikir kalo ini cerita yang serius, berat en gelap. Well, pemaparannya dibumbui dengan banyak lelucon2 loh. Jadi walaupun ceritanya lumayan serius menurutku, tapi g bakal ngantuk deh. Soalnya jatuhnya malah mirip cerita humor
serius deh… bacanya asik banget, ngalir, ketawa2.. tapi pesan di dalamnya berat… sip lah pokoknya
Untuk penggambarannya masa depan yang di ceritakan juga masuk akal sekali… terutama baju luar angkasa dan pesawat luar angkasanya… sungguh masuk akal. Tidak ada hal yang berlebihan. Dan juga penggambaran penyakit yang di derita para astronot karena terlalu sering berinteraksi dengan keadaan di luar atmosfer. Tampaknya Makoto Yukimura sensei banyak melakukan riset soal ini. Just my guess
Anyway, udah terlalu panjang kayaknya post-ku kali ini. Aku cukupkan di sini aja deh
nb. Manga ini keluar pada tahun 2003 di indonesia dengan judul yang sama. Dan animenya keluar pada tahun 2005. Entah kenapa, manga dan anime ini tidak terlalu booming di indonesia… mungkin perlu karakter cewek yang seksi en imut atau bumbu cerita yang rada erotic untuk suatu cerita yang bagus biar bisa jadi booming di sini. *sinis mode : ON*
nb lg. Manga ini di indonesia cuma di terjemahkan ampe volume 3. Padahal di Jepang sana, ada 2 volume lagi yang beredar, yaitu volume 4A dan volume 4B.
Recent Comments