Archive for January, 2008

choose not to choose life…

Choose life.
Choose a job.
Choose a career.
Choose a family.
Choose a fucking big television.
Choose washing machines, cars, compact disc players, and electrical tin openers.
Choose good health, low cholesterol and dental insurance.
Choose fixed-interest mortgage repayments.
Choose a starter home.
Choose your friends.
Choose leisure wear and matching luggage.
Choose a three piece suite on hire purchase in a range of fucking fabrics.
Choose DIY and wondering who the fuck you are on a Sunday morning.
Choose sitting on that couch watching mind-numbing spirit-crushing game shows, stuffing fucking junk food into your mouth.
Choose rotting away at the end of it all, pissing your last in a miserable home, nothing more than an embarrassment to the selfish, fucked-up brats you have spawned to replace yourself.
Choose your future.
Choose life . . .
But why would I want to do a thing like that?
I choose not to choose life: I chose something else.
And the reasons?
There are no reasons.

ah… mungkin sudah banyak yang tahu narasi yang dibawakan oleh seorang tokoh bernama Mark Renton dari film trainspotting ini…. lagipula… film ini lumayan terkenal pada waktunya bukan? aku cuma ingin mengutip ini saja… ada 1 kalimat lagi yang segaja aku keluarkan dari kutipan ini…

Anyway, pernah gak merasa muak akan keadaan… muak dengan rutinitas… muak dengan segala hal yang ada di samping kita, di kota tetangga, di negara tetangga, di planet ini, di semesta ini dan di semesta lainnya…. untuk membuat lebih simple… pernah merasa muak akan dunia? :)

Ketika semua terasa begitu palsu untuk digapai dan diraih… Semua yang kamu jalanin adalah impian orang lain… simply following somebody else dreams…. faker.. faker.. faker… apa yang akan kamu lakukan ketika menyadari hal itu? Berontak? Atau dengan pasrah mengikuti mimpi yang mereka tanamkan kepadamu sehingga kemudian kamu lupa akan mimpi kamu sendiri… C’mooooon….. kamu belum sepengecut itu kan id? :-|

quote taken from here

ps. ini bagian yang aku keluarkan dari kutipan di atas… kalimat ini ada di bagian paling bawah…

Who need reasons when you’ve got heroin?

The History of Love…

the history of love...

Beberapa bulan yang lalu sempet beli buku ini… Judulnya menarik bagiku… “The History of Love“sebuah novel yang menarik dari Nicole Krauss… Dan ini adalah novel keduanya…

Buku ini bercerita tentang beberapa hal….

  • Tentang sebuah buku novel berjudul “The History of Love”
  • Seorang lelaki tua bernama Leopold Gursky yang tak bisa melupakan gadis yang dicintainya dan perasaan cinta terhadap gadis itu sendiri….
  • Seorang gadis bernama Alma Singer…

Nicole Krauss bercerita dalam buku ini dengan gaya bahasa yang unik…. Setiap bagian memiliki porsi yang seimbang…

Pada satu bagian, akan terdapat narasi dari Leopold Gursky tentang keadaan dia yang bekerja sebagai tukang kunci dan sudah tidak memiliki sanak saudara maupun teman lagi, kecuali teman dari masa kecilnya yang tinggal di kamar di apartemen tepat di atas lantainya…

Pada bagian lainnya, Alma akan bercerita tentang dirinya. Cara pemaparan tentang Alma pun sangat menarik…. Alma akan bercerita dalam beberapa bagian.. dan tiap bagian akan diberi nomor dan judul… dan kemudian akan tiap bagian akan ada beberapa paragraf dimana Alma bercerita….

Buku History of Love di dalam novel ini mendapat porsi cerita yang lumayan juga… pada awalnya akan hanya diceritakan tentang perjalanan sebuah edisi dari buku ini yang akhirnya jatuh ke tangan seorang pemuda, yang akan menyerahkan buku ini ke gadis yang dia sukai.. yang kemudian menjadi istrinya…. Tapi semakin ke akhir, akan di paparkan sedikit demi sedikit isi dari buku tersebut… entah kenapa buku yang punya peranan penting di dalam novel ini punya judul yang sama dengan judul novelnya… ini kan mempersulit mereka yang mo bikin resensi… gemana sih? :P hehehehehe

Dari awal sampai akhir akan di ceritakan tentang masing2 pihak…. Leo Grusky yang merasa tinggal menunggu ajal dan sebatang kara… Alma yang sedang berusaha mencarikan jodoh buat ibunya sebab ayahnya sudah meninggal… Perjalanan sebuah buku “History of Love” yang akhirnya akan sampai ke tangan ibunya alma…

Pada awalnya, ke 3 hal tersebut seakan-akan tidak mungkin dapat menjadi satu. Seakan-akan buku ini hanya akan bercerita tentang masing2 pihak secara sendiri dan akan terus begitu sampai akhir… Akan tetapi, pada bagian akhir, Nicole Krauss menyatukan semuanya menjadi satu dan membikin akhir yang amat sangat bagus…. Sentuhan akhirnya juga bagus banget… dia menuliskan dari sisi Leopold Gursky pada satu halaman, dan kemudian menuliskan dari sisi Alma pada halaman berikutnya… begitu seterusnya sampai mencapai satu ending yang… keren… Keluar dari pakem penulisan yang biasa…

Sebuah cerita tentang orang tua yang merasa sebatang kara, seorang anak yang ingin mencarikan jodoh buat ibunya, dan sebuah buku berjudul “The history of Love” yang mempengaruhi hidup mereka… sangat mempengaruhi hidup mereka dan beberapa orang lainnya…..

Novel yang sangat amat aku rekomendasikan….

Terakhir, aq quote bagian akhir dari novel ini… tenang.. g ada spoiler kok :D ini adalah sebuah karangan Leopolod Gursky yang menceritakan tentang kematian dia sendiri… *berhubung dari kemaren2 post pasti banyak yang protes kalo pake bhs inggris, ini aq quote 2-2nya deh.. :p

Kematian Leopold Gursky

Leopold Gursky mulai sekarat pada tanggal 18 Agustus 1920
Dia mati saat belajar berjalan.
Dia mati saatberdiri di depan papan tulis.
Dan pernah juga ketika membawa nampan berat.
Dia mati saat berlatih membuat tanda tangan baru.
Membuka jendela.
Membersihkan alat vitalnya di kamar mandi.

Dia mati seorang diri, karena dia terlalu malu menelepon siapapun.
Atau dia mati sambil memikirkan Alma.
Atau saat dia tak mau memikirkannya.

Sungguh, tak banyak yang bisa di ucapkan.
Dia pengarang hebat.
Dia jatuh cinta.
Itulah keseluruhan hidupnya.

bagus kan? :D

ini versi inggrisnya :

The Death of Leopold Gursky

Leopold Gursky started dying on August 18, 1920
He died learning to walk.
He died standing at the blackboard.
And once, also, carrying a heavy tray.
He died practicing a new way to sign his name.
Opening a window.
Washing his genitals in the bath.

He died alone, because he was too embarrassed to phone anyone.
Or he died thinking about Alma.
Or when he chose not to.

Really, there isn’t much to say.
He was a great writer.
He fell in love.
It was his life.

well, puisi ini membuat aku lumayan terdiam setelah membacanya… dia penulis yang hebat dan dia jatuh cinta… itu adalah keseluruhan hidupnya… :-|

nb. ini kalo g salah novel tahun 2005 dan di terbitkan gramedia pada tahun 2006. Aku sendiri baru baca akhir tahun lalu…
nb2. Tau film “Everything is Illuminated“? Film itu diangkat dari novel dengan judul yang sama. Aku lumayan nangkep atmosfer yang sama antara buku ini dengan novel Everything is Illuminated… And guess what? ternyata pengarang Everything is Illuminated, yaitu Jonathan Safran Foer adalah suami dari Nicole Krauss yang mengarang The History of Love ini…. Tampaknya mereka punya pandangan yang sama dalam menulis…. Pantesan mereka nikah :p *alasan yang logis g sih??* hehehehe

Got Domain and Host….

Yap yap… mulai bulan ini aku make domain http://gochisosamadeshita.com, iseng doank sih… sama diracuni ama temen yang pinter banget marketingnya ;)) hehehehehehe… just wanna give some mark in the line of time aja… :)